Hari Pendengaran Dunia: Komda PGPKT Gunungkidul Baksos Di Ponpes Al Hikmah

oleh -
Kegiatan baksos bersih-bersih telinga di Ponpes Al Hikmah Karangmojo oleh Komda PGPKT Gunungkidul. (KH/ Kandar)
iklan dispar

KARANGMOJO, (KH),– Ratusan siswa dan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah Kecamatan Karangmojo,  Gunungkidul menjadi sasaran kegiatan Bakti Sosial (Baksos) pembersihan telinga Komite Daerah (KOMDA) Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Gunungkidul dalam rangka memperingati Hari Pendengaran Dunia atau World Hearing Day 2020.

Selain baksos bersih-besih telinga, kegiatan yang didukung Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) wilayah Gunungkidul, Komda PGPKT juga memberikan santunan dana kepada Ponpes yang diasuh oleh KH Harun Al Rosyid ini.

Ketua KOMDA PGPKT Gunungkidul, dr. Ima Dewi Rosmawati M, Sc.Sp, T.H.T.K.L disela kegiatan baksos mengatakan, kegiatan bersih-bersih telinga digelar selama dua hari, Rabu, (4/3) hingga Kamis, (5/3/2020).

“400-an siswa kami periksa dan cek kebersihan telinganya. Kebersihan telinga sebagian siswa kurang terjaga,” kata dr Ima.

Menurutnya, kegiatan yang menyasar pelajar tersebut cukup beralasan, sebagaimana data World Health Organization (WHO), bahwa 7, 5 Miliar lebih penduduk di dunia, 1 Miliar diantaranya terancam mengalami gangguan pendengaran dan 466 jutanya positif mengalami gangguan pendengaran. Sementara 34 jutanya merupakan anak-anak.

“Hal tersebut yang mendasari gerakan baksos bersih-bersih telinga  menyasar anak-anak dan pelajar,” tandas dr Ima.

Lebih jauh disampaikan, selain pembersihan telinga, juga digelar pemeriksaan berat badan, tekanan darah, penyuluhan kesehatan pendengaran dan gigi serta mata.

Sementara itu, pengasuh Ponpes, Ny Harun mengucapkan terima kasih kepada Komda PGPKT dan seluruh yang terlibat baksos telah menyelenggarakan kegiatan di lembaganya.

Dirinya berharap, siswa dan santri memahami langkah dan kebiasaan yang benar dalam menjaga kesehatan secara umum dan khususnya menjaga kesehatan pendengaran.

“Semoga kedepan kegiatan serupa atau kerjasama dalam bentuk lain bisa diagendakan lagi,” tukas Ny Harun. (Kandar)

Komentar

Komentar