Griyo Dahar Mbah Bagong, Tempat Makan Dengan Menu Cita Rasa Khas Solo

oleh -
Warung Makan Griyo Dahar Mbah Bagong. (ist)

WONOSARI, (KH),– Rumah makan atau warung kuliner banyak berdiri di Gunungkidul. Persaingan harga, fasilitas, pelayanan serta cita rasa menu terbaik menjadi modal pendiri untuk menggaet pelanggan.

Tak terkecuali Sunardi (53) warga Wonosari, Gunungkidul yang ditemui KH belum lama ini. Pemilik usaha kuliner yang membuka cabang ke 5 warung makan ‘Griyo Dahar Mbah Bagong’ di Jalan Wonosari-Semanu kilometer 3 ini selalu memberikan kualitas layanan terbaik kepada pkonsumen.

“Buka tahun 2018, banyak ragam menu dengan mempertahankan olahan cita rasa khas Solo. Kebetulan resep memang kami dapat dari teman pengusaha kuliner asal Solo,” kata Sunardi.

Selain soal rasa, harga terjangkau menjadi daya taruk lain. Menu makan dengan lauk seperti lele, nila, ayam, dan puyuh mulai dari Rp 12.000 satu porsi sudah termasuk minum. Menu dengan harga tertinggi yakni bebek goreng atau bakar. Tiap porsi dipatok Rp 25 ribu.

Rumah makan sengaja ia desain dengan gaya klasik. 2 rumah tipe limasan disertai bangunan untuk makan secara lesehan yang disediakan mampu menampung maksimal 200-an orang.

Menu di Griyo Dahar Mbah Bagong. (ist)

Selain menyediakan tempat makan bagi masyarakat umum, ia juga bersedia melayani kebutuhan makan pekerja buruh sebuah PT yang berada tidak jauh dari lokasi rumah makan.

“Paket untuk pekerja yang berlangganan cukup Rp 10 ribu tiap porsi. Modelnya prasmanan sehingga dapat makan sekenyang mungkin,” imbuh dia.

Menghadapi pandemi, dirinya juga melakukan inovasi layanan dengan model pesan antar. Baik melalui aplikasi WA juga mendaftar menjadi mitra atau partner GoFood.

“Ada menu baru berupa Nasi Berkat. Nasi bungkus daun jati dengan lauk oseng, bakmi daging atau paru sapi serta srundeng cukup Rp 8 ribu,” tukas dia. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar