Goa Pindul Membludak, Operator Wisata Kurang Sigap

oleh -
Pengunjung Goa Pindul membludak. Mampu menjadi berkah, tetapi bisa beresiko menjadi petaka apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik dan benar. Yang paling mendesak saat ini adalah menjaga aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan. Foto: Heri Susanto.
iklan dispar
Pengunjung Goa Pindul membludak. Mampu menjadi berkah, tetapi bisa beresiko menjadi petaka apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik dan benar. Yang paling mendesak saat ini adalah menjaga aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan. Foto: Heri Susanto.
Pengunjung Goa Pindul membludak. Mampu menjadi berkah, tetapi bisa beresiko menjadi petaka apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik dan benar. Yang paling mendesak saat ini adalah menjaga aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan. Foto: Heri Susanto.

KARANGMOJO, (KH) – Destinasi wisata Goa Pindul di Desa Bejiharjo hari ini Sabtu (3/1/2015) dipenuhi pengunjung dari berbagai kota. Antrian pengunjung terlihat mengular untuk dapat menyisir sungai di dalam goa yang  merupakan unggulan destinasi wisata minat khusus ini.

Sayangnya, lonjakan jumlah pengunjung ini kurang mendapat perhatian dari para operator wisata Goa Pindul yang terdiri dari beberapa kelompok sadar wisata (pokdarwis) dalam satu desa ini. Pasalnya, para operator tersebut tidak membatasi jumlah pengunjung yang masuk pada hari ini.

Sebagaimana diketahui, operator wisata yang memasukkan pengunjung ke Goa Pindul ini terdiri dari 9 (sembilan) pokdarwis (kelompok sadar wisata), yaitu: Desa Wisata Bejiharjo, Wirawisata, Panca Wisata, Tunas Wisata, Gelaran Indah, Trip Goa Pindul, Mriwis Putih, Karya Wisata, dan Sokolimo. Masing-masing pokdarwis terlihat lebih berkonsentrasi mengurus antrian masuk di masing-masing pokdarwis, dan belum terkoordinasi antar pokdarwis.

Roni Gumilang, salah seorang pengunjung asal Cengkareng Jakarta Barat mengaku harus menunggu 2 jam untuk bisa menyisir Goa Pindul dengan ban karet.

Ia datang dalam rangka study wisata dari kampus STIE Bisnis Indonesia Cengkareng.  “Terlalu banyak wisatawan hingga saya dan kawan-kawan harus menunggu 2 jam untuk bisa menyisir sungai bawah tanah tersebut,” ujarnya.

Hal ini membuat sebagian pengunjung kurang puas terhadapp pelayanan yang diberikan oleh kelompok sadar wisata yang mengatur rombongannya masuk ke dalam Goa Pindul.

“Semoga pemerintah dapat turun tangan dan mengatur pengelolaan obyek wisata ini dengan baik,” pungkasnya. (Atmaja)

Komentar

Komentar