Disbudpar: Semua Operator Belum Sepakat Terkait Joki

oleh -
Salah satu Pangkalan Joki wisata Goa Pindul. KH/ Kandar
kadhung tresno
Salah satu Pangkalan Joki wisata Goa Pindul. KH/ Kandar
Salah satu Pangkalan Joki wisata Goa Pindul. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Operator wisata susur sungai Goa Pindul belum sepakat terkait perlunya joki atau jasa antar wisatawan. Sebagian menyepakati tidak perlu ada, sementara sebagian lain menganggap joki antar menuju sektretariat-sekretariat pemandu susur sungai bawah tanah itu perlu karena sebagai bentuk marketing.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gunungkidul, Hary Sukmono ST. Pihaknya mengakui, keberadaan joki membuat sejumlah wisatawan mengeluh ketika tawaran jasa antar tersebut dilakukan dengan mengejar sewaktu di jalan raya.

“Obrolan yang pernah kita lakukan dengan beberapa operator, ada yang sepakat tidak ada nggak apa-apa. Tetapi ada yang menganggap itu masih dibutuhkan sebagai pemasaran/marketing agar mendapatkan tamu,” kata Hary, Senin, (8/2/2016).

Pihaknya menyayangkan, jika memang joki itu bagian dari operator, alangkah lebih baiknya dalam melakukan promosi menggunakan etika dan norma, serta memperhatikan keselamatan dirinya serta orang lain.

Sebagian yang sepakat itu, ujarnya, biarlah wisatawan datang sendiri hingga ke kantor sekretariat atau booking dahulu. Tetapi beberapa yang lain berpendapat, hal tersebut untuk menambah jumlah tamu setiap harinya, karena sebagai upaya jemput bola.

Hary menjelaskan, belum ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk mewadahi atau menertibkan joki-joki yang terebar di kawasan Jl Yogya-Wonosari hingga Bejiharjo Karangmojo itu. Tetapi, dirinya sangat menghimbau, penawaran jasa antar jangan dilakukan apabila mengancam keselamatan dirinya dan orang lain (wisatawan).

Terpisah, salah satu dari operator wisata Pindul, Budi juga menyayangkan, sampai saat ini ia mengakui joki masih banyak, hal tersebut mengakibatkan banyak pertanyaan komplain dari wisatawan yang disampaikan kepadanya.

Dengan memberikan pengertian, dirinya selalu menjelaskan kepada wisatawan hal tersebut sebagai upaya mendapatkan tamu, selama ini, pihaknya pun memiliki crew petugas penjemputan, tetapi sifatnya tidak melakukan penawaran di jalanan, melainkan menjemput wisatawan yang sudah booking sebelumnya.

“Kalau kami, karena sudah melakukan reservasi maka kami jemput, jangan sampai mereka yang sudah bayar lantas masuk ke operator lain, kan kasihan, jika fasilitas perjanjian diawal dari kami tidak didapat karena masuk operator lain,” jelasnya. (Kandar)

Komentar

Komentar