“Gerak Semut”: Inovasi Pembelajaran Tutor Sebaya Solusi BDR Membosankan

oleh -
Mentor Gerak Semut. (KH/ Edi Padmo)
iklan dispar

PLAYEN, (KH),– Berawal dari keprihatinan pengurus Perpusdes CEMERLANG  Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, terhadap kegiatan belajar anak-anak sekolah yang terganggu akibat pandemi COVID-19, pengurus Perpusdes CEMERLANG mempunyai ide untuk ikut membuat program bimbingan belajar gratis untuk anak-anak sekolah di wilayah Kalurahan Ngawu. Seperti kita ketahui bersama bahwa akibat Pandemi COVID 19, yang melanda Indonesia sejak bulan Maret kemarin, banyak sekali berimbas di semua sektor dan lini kehidupan masyarakat Indonesia. Pun demikian terhadap kegiatan belajar mengajar anak anak di sekolah. Untuk menekan resiko penyebaran COVID  19, Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mengambil kebijakan untuk meniadakan sementara kegiatan belajar mengajar langsung di sekolah lalu diganti dengan sistem Belajar Dari Rumah (BDR).

Setelah beberapa bulan berlangsungnya, BDR memiliki imbas terhadap ritme rutinitas anak-anak sekolah. Mereka yang terbiasa tiap pagi sampai menjelang sore berada di lingkungan sekolahan bersama teman-temannya, akibat Pandemi kini terpaksa harus banyak berdiam diri di rumah. Kebosanan lantas menghantui mereka.

“Biasanya anak-anak juga banyak yang bermain di sekitaran Balai Kalurahan, mereka memanfaatkan Wifi gratis untuk bermain game melalui ponsel,” ujar Syaida Ndaru (35), salah seorang Perangkat Kalurahan Ngawu.

“Kami kasihan kepada anak-anak, mereka sudah berbulan bulan tidak sekolah hingga mereka bosan, bingung mau berkegiatan apa,” imbuh Carik Kalurahan Ngawu, Arif sunandar (33).

Kegiatan belajar di rumah, yang sekarang ini di lakukan lewat on line, berimbas tidak hanya bagi anak anak, tapi juga kepada orang tua mereka. Di samping orang tua harus selalu siap kuota seluler, praktis juga harus menjalankan tugas tambahan menjadi pembimbing anak-anak mengerjakan tugas sekolah.

“Awalnya banyak orang tua yang meminta tolong kami, untuk membimbing anak-anak dalam belajar lewat online,” cerita Salwa Shafira (23). Salwa adalah ketua pengurus Perpusdes CEMERLANG.

“Dari situ, kami punya ide untuk membuat program yang bisa membantu proses pembelajaran anak anak, metode yang kita terapkan adalah “tutor sebaya”, jadi agak beda dengan bimbingan belajar resmi,” lanjut Salwa

Selanjutnya Salwa dan teman-teman pengurus Perpusdes berkoordinasi dengan Pemdes Ngawu, dan Karang Taruna KIPRAH Kalurahan Ngawu. Hasilnya sejak satu bulan yang lalu tercetuslah program GERAK SEMUT, singkatan dari Gerakan Semua Hebat, dengan agenda bimbingan belajar “tutor sebaya”.

Sejak di buka resmi satu bulan yang lalu, saat ini sudah ada sekitar 70 anak yang sudah aktif mengikuti program belajar GERAK SEMUT ini, anak-anak sekolah ini  bervariasi jenjang kelasnya, mulai dari kelas 1 SD sampai 2 SMP. Jumlah tutor yang mendampingi ada sekitar 25 orang, terdiri dari pengurus Perpusdes dan Karang taruna. Pendidikan mereka juga berbeda-beda, ada yang masih duduk di bangku sekolah SMA, kuliah dan ada yang sudah menempuh pendidikan S1.

“Tutor sebaya kami terapkan yaitu jika sudah ada anak yang memahami sebuah soal pelajaran, maka dia harus mau untuk membimbing temanya yang lain,” ujar Oktavia (20), Mahasiswa semester 7, jurusan Hukum di UIN. Saat ini Oktavia sedang menempuh  Skripsi S1-nya.

Kegiatan pembelajaran Gerak Semut. (KH/Edi Padmo)

“Senang saja, bisa ikut sedikit menularkan ilmu, lagian kegiatan kuliah juga agak longgar, karena pandemi, lumayan buat mengisi waktu,” ujar Oktavia saat di tanya KH tentang motivasinya ikut bergabung menjadi mentor.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Ayu nimas (19), Mahasiswa jurusan PGSD semester 2 di UNY ini mengungkapkan semangatnya bergabung menjadi mentor. “Saat membimbing anak-anak, saya membayangkan sudah menjadi guru, pas banget dengan jurusan kuliah yang saya ambil,” Ujarnya riang.

Suasana pembelajaran yang di  lakukan di pendopo kalurahan dan ruang baca Perpusdes tampak ramai dan meriah. Anak-anak dengan gembira dan santai mengikuti apa yang kakak-kakak mentor ajarkan.

“Seneng, bisa ketemu teman dan bisa ngerjakan PR,” celoteh Naufal, anak kelas 3 SD.

“Gurunya ramah-ramah dan cantik-cantik, kalau mama yang ngajarin di rumah sering sambil ngomel dan marah,” Fian, teman Naufal menambahkan dengan polos.

Di temui di ruangannya, Lurah Ngawu, Wibowo Dwi Djatmiko mengatakan, bahwa kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Pemdes Ngawu. “Ide anak-anak Perpus dan Karang Taruna sangat briliant, dengan program ini setidaknya bisa sedikit membantu agar anak-anak tidak begitu tertinggal pelajaran, dan orang tua mereka juga terbantu agar tidak terlalu sering membeli kuota, kami memfasilitasi tempat dan Wifi gratis untuk kegiatan ini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, penyelenggara tetap mempertimbangkan situasi dan perkembangan COVID-19 di seputaran Ngawu. Di luar itu protokol kesehatan secara ketat tetap dilaksanakan. Diantaranya, pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

[Edi Padmo]

Komentar

Komentar