Musim Penghujan Tiba Oktober-November, Petani Zona Selatan Telah Tebar Benih Padi

oleh -
Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto (KH/Kandar)
iklan dispar

GUNUNGKIDUL, (KH),– Petani di Gunungkidul telah bersiap menyambut musim penghujan jelang akhir tahun ini. Sebagian petani menyiapkan lahan tanam. Sebagian yang lain bahkan telah menebar benih tanaman.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, berdasar perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan di Gunungkidul akan datang pada Bulan Oktober hingga awal November 2020.

“Berdasar pemantauan petugas, luasan penanaman padi yang telah dimulai oleh petani zona selatan mencapai 1.113 hektar. Tersebar di Kapanewon Panggang, Purwosari, dan Rongkop,” kata Bambang saat ditemui di Karangmojo, Kamis (8/10/2020).

Sementara itu luasan lahan yang telah ditanami jagung oleh petani mencapai 524 hektar. Penanamannya tersebar di lahan pertanian di Kapanewon Rongkop dan Nglipar.

Adapun sebagai persiapan musim tanam 2020/2021 telah dilaksanakan olah lahan di Kabupaten Gunungkidul dengan menggunakan traktor roda 2 seluas 21.367 hektar, dan traktor roda 4 seluas 233 hektar. Sedangkan olah lahan yang dilakukan secara manual mencapai 4.578 hektar.

Bambang mengakumulasi, total lahan yang telah diolah mencapai 26.183 hektar. Sekurang-kurangnya telah mencapai 44,6 persen dari luas potensi lahan yang bisa ditanami secara keseluruhan seluas 58.627 hektar.

Disinggung soal alokasi pupuk bersubsidi, Bambang merinci untuk pupuk jenis Urea 13.415 ton, SP 36 782 ton, ZA 771 ton, dan NPK 5.763 ton. Sebagian pupuk dari total alokasi telah terserap. Per 7 Oktober 2020 ini, Urea terserap 38 persen, SP 36 terserap 48 persen, ZA terserap 68 persen dan NPK terserap 54 persen.

“Kami usahakan semua petani terlayani,” harap Bambang. (Kandar)

Komentar

Komentar