Akhir Februari, 8 Ribu Hektar Lahan Padi di Gunungkidul Siap Panen

oleh -
oleh
panen
Panen padi di wilayah Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul. (ist)
iklan dprd

GUNUNGKIDUL, (KH),– Musim hujan tahun ini mundur. Kondisi iklim tersebut membuat penanaman padi dan palawija di Gunungkidul ikut mundur. Akan tetapi, beberapa wilayah yang tidak begitu terdampak karena ketersediaan airnya cukup, minggu ini telah memulai panen padi.

Wilayah di Gunungkidul yang memaulai panen diantaranya di Kapanewon Ponjong dan Wonosari. Pernyataan kelompok tani mengungkap, bahwa hasil panen tergolong cukup baik.

Ngatimin Ketua Kelompok Tani (Poktan) Rukun Sidorejo, Ponjong menyampaikan, hasil ubinan panen saat ini mencapai 5,275 kg per ubin. Apabila dikonversikan mencapai 6,8 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektar. Varietas padi yang ditanam kali ini antara lain padi Ciherang, Ciherang, Mapan 05, Supadi dan Intani.

Luas tanaman padi yang siap panen di lahan milik anggota Poktan mencapai 25 hektar. Tanaman padi yang dipanen ini merupakan hasil penanaman yang dilakukan pada bulan Nopember 2023.

iklan golkar idul fitri 2024

“Produksinya lumayan, semoga selanjutnya panen makin meningkat,” harap dia belum lama ini.

Di tempat lain, panen padi dilakukan Poktan Makmur. Poktan asal Karangtengah 1, Karangtengah, Wonosari mengawali panen bersama Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.

Ketua Poktan Makmur, Sugiyo mengatakan luas lahan di Bulak Sangkrah dan Telogo Mulyo mencapai 10 Hektare. Hasil Produktivitas padi mencapai 8,704 Ton/Ha gabah kering panen atau 7,038 Ton/Ha GKG.

“Jenis varietas padi yang digunakan antara lain: PP, Cakra Buana, Ciherang dan Madu,” katanya, Rabu (28/2/2024).

Sugiyo mengaku bersyukur meski panen tergolong telat karena masa tanam yang mundur. Namun, hasil yang didapatkan mampu mencukupi kebutuhan hidup. Terlebih saat ini harga beras di sejumlah wilayah termasuk Gunungkidul relatif tinggi.

“Dari 69 anggota kelompok tani hanya sedikit yang dijual, sebagian besar dikonsumsi sendiri untuk stok mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Rismiyadi, SP., MSi., panen padi di Kabupaten Gunungkidul hasilnya cukup mengembirakan.

“Panen padi di Gunungkidul hingga akhir Februari paling  tidak mencapai 8.470 Ha, sisanya akan panen pada Maret 2024,” tuturnya.

Sunaryanta: Usai Panen Musim I, Segera Tanam Kembali!

Disela-sela panen, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, tingginya harga beras salah satunya disebabkan oleh telatnya musim tanam diberbagai wilayah. Akibatnya, masa panen menjadi mundur.

Piahknya meminta, bagi yang panen lebih awal agar segera menanam pada musim tanam ke dua bilamana masih memungkinkan. Harapannya cadangan pangan kedepan menjadi lebih aman. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar