FSK Masjid/Mushola Jeruksari: 8 Tahun Lakukan Kegiatan Sosial

oleh -
forum keputrian
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta usai menyerahkan paket sembako yang dihimpun FSK kepada perwakilan penerima. (KH/Kandar)

WONOSARI, (KH),– Forum Silaturahim Keputrian (FSK) Masjid/Mushola Jeruksari dan sekitarnya kembali menggelar bakti sosial. Aksi oleh forum yang memiliki fokus kegiatan pada pendampingan bagi perempuan serta aneka kegiatan sosial keagamaan ini, tahun ini menginjak usia yang ke 8.

Ketua FSK Masjid/Mushola Jeruksari, Adriana Agung mengatakan, selama 8 tahun berkegiatan, selain kajian keagamaan rutin, agenda lain yang berhasil dilaksanakan FSK diantaranya mendorong pelaku usaha perempuan agar mandiri secara ekonomi melalui kegiatan ‘Bela Beli Tetangga’.

“Kegiatan berupa pembiasaan membeli produk dari jamaah kami. Kami juga rutin membagi paket sembako bertajik Bakti Amal Ramadhan serta edukasi kesehatan jiwa,” kata Adriana disela agenda Tabligh Akbar di Masjid An Nur Jeruk Sari, Wonosari, Minggu (25/4/2021).

Adapun pada Bakti Amal Ramadhan kali ini dibagi 600 paket sembako yang sebelumnya dikumpulkan dari anggota jamaah dan para donatur.

Selain dibagi kepada warga sekitar dengan kategori kurang mampu, disabilitas, jompo, lansia serta anak yatim piatu, ratusan paket sembako juga dikirim ke berbagai masjid di Gunungkidul. Diantaranya ke Masjid Sambirejo Ngawen, Klumpit Kanigoro Saptosari, Mushola di Panggang, Rongkop serta di Girisubo.

“Paket berisi beras, minyak, kecap manis, dan gula,” imbuh dia.

Kegiatan tabligh akbar yang digelar bersamaan kegiatan baksos kali ini dilaksanakan secara terbatas. Untuk menghindari kerumunan, kajian keagamaan yang disampaikan oleh Bray Hj Sitoresmi Prabuningrat tersebut digelar secara virtual.

sunaryanta
Sunaryanta melepas armada yang mengantar sembako. (KH/ Kandar)

Saat hadir, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta secara simbolis menyerahkan paket sembako kepada perwakilan penerima. Bersamaan Sunaryanta juga melepas armada pengantar sembako ke lokasi sasaran baksos.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang mampu bertahan hingga 8 tahun,” kata lelaki kelahiran Nglipar ini.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga meminta FSK untuk aktif menyampaikan edukasi mengenai keharmonisan dan manajemen rumah tangga yang baik kepada jamaah dan dampingan.

“Kasus perceraian di Gunungkidul sangat tinggi. Tiap tahun jumlahnya mencapai ribuan. Hal tersebut sangat memprihatinkan. Mari bekerjsama untuk menanggulanginya,”  ajak Sunaryanta. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar