FSK Jeruksari Gelar Tabligh Akbar, Bazar dan Baksos Sembako

oleh -
Ramadhan
Bupati Gunungkidul bersama istri mengunjungi bazar di agenda Tabligh Akbar yang digelar Forum Silaturakhim Keputrian Jeruksari. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Forum Silaturakhim Keputrian (FSK) Masjid Mushola Jeruksari, Wonosari, Gunungkidul menggelar Tabligh Akbar & Bakti Amal Ramadhan 1444 H di Stadion Gelora Handayani, Minggu (9/4/2023).

Tak hanya diisi agenda keagamaan, pelaksanaannya juga diwarnai kegiatan bidang sosial dan ekonomi.

Ketua FSK Masjid Mushola Jeruksari, Adriana Agung mengatakan, selain tabligh akbar dengan penceramah Hj.R.Ay. Sitoresmi Prabuningrat, ada pula bazar dan pembagian sembako.

Dia menyebut, Bulan Ramadhan merupakan momentum yang sangat baik, diantaranya untuk menambah ilmu keagamaan, meningkatkan iman dan taqwa serta membantu sesama.

“Bazar diikuti oleh pelaku UMKM di sekitar wilayah kami. Pelibatan pengusaha kecil dalam bazar merupakan upaya menyediakan kesempatan untuk meningkatkan pendapatannya di Bulan Ramadhan,” kata dia.

Adriana mengungkapkan, tahun ini paket sembako yang dapat disalurkan mencapai 585 paket. Tiap paket berisi beras, teh dan gula dengan nominal Rp86.000.

Ada beberapa kategori penerima, antara lain yatim piatu, penyandang disabilitas dan jompo. Semabko juga diberikan kepada para pendidik PAUD (Fi Sabilillah), masyarakat kurang mampu, para pekerja buruh, serta para jamaah binaan dari beberapa wilayah kapanewon di Gunungkidul.

Lebih jauh disampaikan, FSK Masjd Mushola Jeruksai diluar event Ramadhan juga melaksanakan program pemberdayaan. Antara lain pendampingan pada kaum perempuan baik dalam bidang sosial, ekonomi dan keagamaan. Banyak kegiatan yang dilakukan untuk mendorong pelaku usaha perempuan bisa mandiri secara ekonomi.

“Salah satunya menggaungkan bela- beli ke tetangga. Artinya membeli dagangan milik tetangga,” terangnya.

Baksos
Panitia FSK berfoto bersama Bupati Gunungkidul. (KH)

Tidak hanya masalah ekonomi dan agama, forum ini juga konsen terhadap persoalan kesehatan jiwa. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi kesehatan mental sebagai upaya pencegahan mencegah kasus bunuh diri. Kegiatan ini dilakukan dengan bersinergi bersama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

“Kami juga punya program pengembangan pengetahuan para ibu, misi kami nanti agar generasi penerus menjadi generasi unggul karena diasuh oleh ibu yang terdidik,” imbuh Adriana.

Kegiatan rutin yang memasuki usia 1 dekade ini dibuka oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta beserta istri selaku ketua TP PKK kabupaten.

Sunaryanta mengapresiasi inisiatif dari ibu-ibu forum FSK Jeruksari. Menurut dia, memang perempuan punya peran yang sangat vital dalam pendampingan dan pengembangan baik keluarga dan lingkungan.

“Ibu-ibu perannya cukup strategis terhadap peningkatan SDM generasi penerus. Inisiatif FSK Jeruksari patut jadi contoh,” kata Sunaryanta. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar