Fokus Penanganan Covid 19, Beberapa Proyek Pembangunan di Gunungkidul Ditangguhkan

oleh -
Pintu Gerbang menuju Gunungkidul di Wilayah Patuk. KH/ Kandar.
ucapan natal smkn 3 wonosari

WONOSARI, (KH),– Pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia sejak sekitar Maret kemarin, memaksa Pemerintah melakukan perubahan besar terhadap skema pembangunan. Program Nasional yang terkait dengan penanganan Pandemi, dan pemulihan ekonomi masyarakat yang terpuruk, membuat Pemerintah harus memangkas anggaran berbagai program yang telah di susun sebelumnya.

Pemerintah pusat maupun daerah akhirnya harus menempuh berbagai upaya terkait kebijakan anggaran. Imbasnya dilakukan penangguhan program pembangunan yang sudah di anggarkan. Gunungkidul yang notabene sedang bersolek utamanya dalam hal pengembangan kawasan wisata, akhirnya harus ikut menyesuaikan. Pemerintah Daerah mau tidak mau harus fokus dalam mengatasi Pandemi.

Salah satu program yang terkena imbasnya adalah rencana pembangunan Kawasan pintu barat Kabupaten Gunungkidul yang rencananya akan dilakukan penataan ulang. Program yang rencana pembangunannya akan di mulai tahun 2021 ini akhirnya ditunda pelaksanaanya.

Penataan kawasan pintu barat yang berada di Kapanewon Patuk, dimaksudkan untuk mempercantik pintu masuk utama ke Gunungkidul. Pembebasan lahan telah dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2019 lalu. Mestinya tahun ini ada tahapan selanjutnya yang berjalan sebab realisasi pembangunannya akan dimulai di tahun 2021. Akan tetapi, akibat pandemi covid-19 proyek penataan tersebut terpaksa ditunda.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Gunungkidul, Aris Suryanto, mengatakan rencana penataan kawasan perbatasan itu telah digagas sejak beberapa tahun silam. Proses pembebasan lahan seluas 5.728 meter persegi telah dilakukan tahun 2019 kemarin.

“Tahun ini harusnya sudah ada tahapan. Tapi berhubung ada pandemi jadi ditunda dulu,” kata Aris Suryanto, Senin (07/12/2020).

“Pembangunan akan di laksanakan di tahun 2022, dan itupun harus menyesuaikan anggaran Pemerintah,” lanjutnya. Aris  mengatakan, saat ini dilakukan review DED yang telah ada. Review tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan potensi harga satuan yang berlaku tahun ini dan 2021 mendatang.

“Untuk pembangunan kawasan barat ini kami usulkan Rp 5 miliar rupiah itu dari anggaran dana keistimewaan,” jelas Aris.

Penataan ulang Kawasan Barat  pintu masuk Gunungkidul ini  dalam programnya tercantum pembangunan ruang terbuka hijau. Di dalamnya akan ada berbagai fasilitas yang bisa menunjang kegiatan pariwisata. Direncanakan akan dibangun rest area, taman terbuka yang dilengkapi dengan sejumlah tumbuhan langka di Gunungkidul, sarana prasarana yang memadai. Selain itu, juga akan dilengkapi dengan sejumlah permainan untuk anak.

Aris menambahkan, taman di kawasan barat Gunungkidul ini diharapkan juga bisa digunakan sebagai pusat informasi bagi wisatawan yang masuk ke Bumi Handayani. “Dengan berbagai fasilitas ini, diharapkan pariwisata Gunungkidul akan lebih baik dan tertata. Direcanakan akan dipasang video trone (layar besar) yang menampilkan sejumlah potensi pariwisata, budaya, kuliner dan beberapa keunggulan lainnya dari Kabupaten Gunungkidul, jadi ketika wisatawan masuk ke Gunungkidul, kita sudah menyediakan pusat Informasi wisata,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Gunungkidul, Sri Suhartanta menyatakan bahwa penangguhan berbagai program pembangunan ini juga terjadi di sejumlah proyek pembangunan gedung dan fasilitas lain yang rencananya akan dilakukan tahun 2021 mendatang.

“Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini fokus dalam menangani penyebaran Covid 19, dan program Recovery ekonomi masyarakat, banyak anggaran yang terserap ke sana, jadi beberapa program pembangunan fisik terpaksa ditunda pelaksanaanya,” ujarnya

“Secara umum, kita masih fokus di penanganan covid-19 karena dari laporan Dinas Kesehatan, angka penderita Covid 19 di Gunungkidul akhir akhir ini naik, tapi memang ada beberapa gedung yang dilanjutkan pembangunannya karena sudah terhenti sejak tahun ini,” imbuh Sri Suhartanta. [Edi Padmo]

Komentar

Komentar