Film Animasi “Petualangan Faza dan Nizam” Mendorong Guru Lebih Kreatif

oleh -
Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis multimedia oleh STMIK AMIKOM Yogyakarta.
iklan dispar
Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis multimedia oleh STMIK AMIKOM Yogyakarta.
Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis multimedia oleh STMIK AMIKOM Yogyakarta.

KARANGMOJO, (KH)— Tim Iptek bagi Masyarakat (IbM) STMIK AMIKOM Yogyakarta, Sabtu (29/10) mengadakan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis multimedia menggunakan perangkat televisi, audio video serta menayangkan film animasi 2D yang dikolaborasikan boneka tangan dan jari sebagai media interaksi guru dan siswa. Kegiatan pelatihan diberikan kepada tenaga pendidik KB TKIT Permata Bangsa Karangmojo dan TK ABA IV Wonosari di Aula Komplek Yayasan Permata Bangsa, Karangmojo.

Ketua tim Ibm STMIK AMIKOM Yogyakarta, Bayu Setiaji, S.Kom., M. Kom mengatakan, Tim IbM STMIK AMIKOM membangun fasilitas belajar mengajar serta menciptakan media pembelajaranya itu Selama 10 bulan, hasilnya berupa Film Animasi 2 Dimensi Petualangan Faza dan Nizam yang menceritakan tentang pentingnya mengelola sampah.

Dalam pembuatan Film Animasi Petualang Faza dan Nizam ini disediakan pula boneka tangan dan boneka jari sebagai media kombinasi interaksi antara guru, siswa dan film animasi tersebut.

Pelatihan yang dihadiri sekitar 30 peserta ini cukup menarik dan berbeda, karena dengan hadirnya tokoh Nizam dan Faza dalam bentuk animasi serta boneka mampu membuat tenaga pendidik berpikir lebih kreatif.

Bayu Setiaji menambahkan, bahwa target dari kegiatan ini adalah agar tenaga pendidik dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran menjadi lebih inovatif dan kreatif, sehingga guru bisa mengajak siswa bermain sambil belajar dengan menyenangkan melalui penggunaan media pembelajaran tersebut.

“Semoga dengan media pembelajaran berbasis multimedia tersebut kedepan dapat memicu terciptanya lebih banyak lagi jenis-jenis media pembelajaran yang lebih menarik, kreatif dan inovatif. Hal ini dapat membantu guru-guru dalam mengembangkan media pembelajaran sehingga mutu pembelajaran dapat lebih meningkat,” harap Bayu. (Kandar)

Komentar

Komentar