Emping Melinjo Menginspirasi Warga Sekitar

oleh -
kadhung tresno

WONOSARI, kabarhandayani — Tanaman melinjo banyak ditanam di pekarangan sebagai peneduh,  pembatas pekarangan, dan terutama dimanfaatkan untuk diambil buah dan daunnya. Tumbuhan yang bernama latin Gnetum gnemon ini biasa dimanfaatkan bijinya untuk membuat emping melinjo.
Wasinem (52) warga Padukuhan
Gondangrejo, Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul merupakan salah satu pembuat emping melinjo. Wasinem mengaku menekuni usaha pembuatan emping melinjo ini sejak 2002. Usaha ini berawal dari  banyaknya biji melinjo di Gunungkidul yang belum dimaksimalkan kegunaannya. Biji melinjo atau klathak  banyak dijual tanpa diolah lebih lanjut, sehingga berdaya jual rendah.”Awalnya  membuat pathelo dari singkong dan kerupuk dari tepung terigu, tetapi akhirnya membuat emping dan dapat bertahan sampai sekarang,” jelasnya pada Kamis (17/7/2014).
Wasinem mengungkapkan, pembuatan emping melinjo cukup mudah. Klathak yang sudah dikupas dari kulit luarnya digoreng dengan pasir. Klathak yang sudah matang digoreng,  dikupas. Setelah dikupas, melinjo dipipihkan dengan cara ditumbuk dengan menggunakan alat khusus, yaitu layah dan gandik. Melinjo yang sudah dibentuk menjadi emping ditata di anjang untuk djemur selama 2 hingga 2,5 jam dan emping siap dipasarkan.
Wasinem mengaku, 1 kg kathak dapat dibuat menjadi 0,5 kg emping. Sedangkan dalam satu hari, ia mampu menghabiskan 10 kg klathak, berarti dalam satu hari diproduksi 5 kg emping. Produksi emping ini ternyata menarik  warga di sekitar rumahnya untuk ikut membantu. Hingga kini, sudah ada 10 orang yang membantunya dan 5 diantaranya sudah memproduksi sendiri.
“Sekarang tinggal 5 orang karena yang lain sudah membuat sendiri. Sama sekali tidak ada rasa takut tersaingi, malah senang dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat,” jelasnya sembari menumbuk melinjo.
Emping melinjo buatan Wasinem ini dibandrol dengan harga Rp 12.000,00 hingga Rp 35.000,00 per kilo tergantung musimnya. Harga biasanya akan naik ketika biji melinjo mulai berkurang. Dari produksi ini ia mampu memperoleh keuntungan sekitar 3 juta per bulan. Kini, emping produksinya juga dibuat matang dengan variasi rasa manis dan pedas.
“Ini mau lebaran, jumlah pesanan  meningkat dua kali lipat, karena emping melinjo memang banyak diminati untuk oleh-oleh,” pungkasnya.(Mutia/Tty)

Komentar

Komentar