Dispar Gunungkidul Kenalkan Geopark Gunung Sewu ke Mahasiswa Asing

oleh -
geopark
peserta Fam Trip saat berada di Gunung Api Purba Nglanggeran. (dok. Dispar Gunungkidul)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Berdasar revalidasi tahap II, Geopark Gunung Sewu untuk kedua kalinya mendapatkan Green Card, statusnya kembali diakui sebagai UNESCO Global Geopark. Kabar baik bagi Gunungkidul tersebut diumumkan dalam konferensi M’Goun UNESCO Global Geopark di Maroko pertengahan September 2023 lalu.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Oneng Windu Wardana menyampaikan, pada tahap revalidasi, khususnya di Gunungkidul, ada 4 titik lokasi yang dikunjungi.

“Yaitu Geosite Wedi Ombo di Jepitu Girisubo, Geosite Kalisuci Pacarejo Semanu, Geopark Corner SMP N 1 Wonosari dan Geosite Nglanggeran di Patuk,” rinci Oneng, Senin (23/10/2023) di Gunungkidul.

Lebih jauh disampaikan, dalam rangka mempromosikan Geopark Gunung Sewu, Dispar Gunungkidul menggelar familiarization trip (Fam trip) atau pengenalan sejumlah geosite yang ada di Gunungkidul.

“Kegiatan fam trip berlokasi di Geosite Nglanggeran Patuk, Geosite Kali Suci Pacarejo Semanu dan Wunung Giri Sela Kandha. Kegiatannya berupa soft trip ke Gunung Api Purba Nglanggeran, Workshop Batik, Workshop Cokelat, Jemparingan, Workshop tari tradisional dan susur Gua Kali Suci,” beber Oneng.

geopark
Sebanyak 40 mahasiswa asing asal UGM mengikuti fam trip yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Gunungkidul. (dok. Dispar Gunungkidul)

Setidaknya 40 orang peserta terlibat dalam kegiatan ini. Mereka diantaranya berasal dari mahasiswa asing dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Peserta diharapkan dapat menuliskan atau mempromosikan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark ke publik secara luas. Secara tidak langsung diharapkan pula turut mempromosikan destinasi pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.

“Kami berusaha memberikan informasi selengkap mungkin terkait keberadaan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark dan sejumlah Geoarea di Gunungkidul serta potensi dan budaya yang ada di Kabupaten Gunungkidul,” imbuh Oneng.

Para peserta nampak antusias mengikuti tiap agenda yang digelar selama dua hari, mulai dari tanggal 21-22 Oktober 2023. Kegiatan ini terselenggara berkat pendanaan dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar