Disdikpora Bentuk Satgas Perangi Narkoba

oleh -
Gerakan anti narkoba di Gunungkidul KH/Juju.
iklan dispar
Gerakan anti narkoba di Gunungkidul KH/Juju.
Gerakan anti narkoba di Gunungkidul KH/Juju.

WONOSARI,(KH)—  Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk memerangi bahaya narkoba. Pasalnya, peredaran narkoba tidak pandang bulu dan menyentuh kalangan pelajar melalui berbagai cara.

Pernyataan tersebut diungkapkan Immawan dalam Deklarasi Anti Narkoba yang digelar bersama ratusan kader bentukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) di Titik Nol, atau depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul, Rabu (22/4/2015).

“Kejahatan narkoba bukan kejahatan biasa, peredaran barang haram ini bahkan sudah darurat di Indonesia. Mafia sudah melirik Indonesia berpeluang besar untuk peredaran barang haran ini,” kata Immawan di hadapan pemuda dan pelajar.

Dia menyebutkan, kejahatan narkoba lebih bahaya dari kejahatan tindak pidana korupsi karena langsung berpengaruh dan berhubungan dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, politisi PAN ini mengajak seluruh element masyarakat untuk menjauhi, memerangi dan menolak keras terhadap bahaya narkoba.

“Seluruh elemen masyarakat kita harapkan menjadi relawan anti narkoba, jangan sampai pemberantasan narkoba harus melibatkan tentara komando seperti di negara lain. Sebelum itu terjadi kita komando gerakan anti narkoba di masyarakat,”ucapnya.

Sementara, Kepala Satuan Narkoba Polres Gunungkidul, AKP Sugeng Riyadi mengaku, terus mengintensifkan operasi dengan sasaran benda haram tersebut dibeberapa jalur menuju Gunungkidul. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi masukanya pemakai maupun peredaran narkoba di Gunungkidul.

Pihaknya juga meminta dukungan serta peran serta masyarakat untuk memberantas penyakit penyalahgunaan narkoba. Jika ada yang dicurigai atau diketahui memakai maupun mengedarkan narkoba untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Kita juga rutin menggelar sosialisasi dan pembinaan di kampung-kampung, langkah ini untuk meminimalisir dampak negatif dan penyebaran narkoba,” paparnya.

Dalam catatan Satuan Narkoba Polres Gunungkidul, pada tahun 2015 belum ada kasus penyahgunaan narkoba di Gunungkidul. Pihaknya berharap kasus ini benar-benar nihil dan tidak terjadi di daerah terluas di Yogyakarta ini.

“Kasus per kasus tidak ditemukan, tetapi kalau warga Gunungkidul yang memakai (narkoba) di luar daerah dan tertangkap di Gunungkidul ada, tercatat ada dua kasus dengan pelaku warga Playen dan warga Wonosari,”ulasnya.

Dalam acara yang sama, Kepala Seksi Pemuda Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Agus Mantara menjelaskan, tugas satgas ialah melakukan sosialisasi dan penyadaran kepada masyarakat atas bahaya penyalahgunaan narkoba di tingkat informatif. “Ada juga pengembangan bakat dan potensi bagi anggota satgas,” pungkasnya. (Juju)

Komentar

Komentar