Dinas Kesehatan Gunungkidul Imbau Masyarakat Cukup Pakai Masker Kain

oleh -
Ilustrasi. (istimewa)
iklan dispar

WONOSARI, (KH),– Untuk menanggulangi kelangkaan masker dengan spesifikasi khusus seperti masker bedah dan masker N95, Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau agar masyarakat cukup memakai masker kain saja.

Imabuan tersebut disampaikan menyusul adanya anjuran WHO kemudian diikuti pemerintah pusat yang mewajibkan setiap orang yang beraktivitas di luar rumah harus mengenakan masker guna penanggulangan Coronavirus Diseae 2019 (Covid-19).

“Masker dengan spesifikasi khusus agar dipakai tim medis. Maskarakat cukup memakai masker kain,” pinta kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty dalam keterangan pers, Senin, (6/4/2020) lalu.

Pihaknya berharap imabuan tersebut dimengerti masyarakat sehingga keberadaan masker berspesifikasi khusus tidak habis di pasaran.

Tujuan dari imbauan tidak lepas dari rutinitas petugas medis yang intens melakukan perawatan pasien dengan berbagai kondisi penyakit. Termasuk diantarannya yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupuan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

“Agar petugas medis semakin terlindungi dari penularan berbagai virus termasuk Covid-19,” kata Dewi.

Untuk mendapatkan masker kain, juga dinilai lebih mudah.  Saat ini banyak diproduksi oleh para penjahit. Persebarannya diantaranya ada yang dijual serta dibagikan secara gratis oleh komunitas dan organisasi sosial serta Ormas.

Terkait penanggulangan Covid-19, pihaknya menyampaikan, saat ini telah diterima sebanyak 1.180 rapid test. Selain itu juga telah diterima Alat Pelindung Diri (APD) baik yang berasal dari pengadaan maupun kiriman dari pusat serta bantuan.

“Distribusi kerumah sakit dan daerah atau Puskesmas terus berlangung. Rapid test sediannya akan dipakai untuk PDP dengan gejala berat dan petugas medis,” kata Dewi. (Kandar)

Komentar

Komentar