Kadin Gunungkidul Bidik Investasi Industri di Wilayah Tengah dan Utara, Siapkan Program Kerja 2027

Kadin
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kadin Gunungkidul salurkan ambulans untuk warga Ngawen. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Gunungkidul mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan investasi dan pengembangan sektor industri. Wilayah tengah dan utara Gunungkidul dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai kawasan penopang ekonomi, melengkapi pertumbuhan sektor pariwisata yang telah berkembang di wilayah selatan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) Kadin Gunungkidul yang digelar di Ruang Handayani, Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Minggu (11/10/2026). Forum ini menjadi momentum penyusunan program kerja 2027 sekaligus memperkuat sinergi antara Kadin, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dan Kadin DIY.

Bacaan Lainnya

Ketua Kadin Gunungkidul, Joko Pitoyo, mengatakan pihaknya terbuka terhadap masuknya investasi baru, terutama di sektor industri. Pengembangan investasi diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai wilayah Gunungkidul.

Menurutnya, sektor pariwisata di wilayah selatan telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ke depan, potensi ekonomi di wilayah tengah, seperti Wonosari dan Semanu, serta kawasan utara perlu didorong agar dapat berkembang lebih optimal.

“Kalau kita lihat wilayah selatan, pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata sudah luar biasa. Kini perlu ditumbuhkan juga kawasan tengah seperti Wonosari dan Semanu, serta kawasan utara sebagai penopang industri agar lebih optimal. Semoga tahun depan beberapa investasi masuk dan bisa menyerap tenaga kerja dengan lebih baik,” ujar Joko.

Ia berharap iklim investasi di Gunungkidul semakin kondusif sehingga mampu menarik pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Kehadiran investasi baru diharapkan tidak hanya menggerakkan sektor industri, tetapi juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Hasil Rapimkab Dibawa ke Tingkat Provinsi dan Nasional

Rapimkab Kadin Gunungkidul turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Gunungkidul, Supartono MT, yang mewakili Bupati Gunungkidul, serta Wakil Ketua Kadin DIY, Gunarta Adibrata, bersama jajaran pengurus Kadin Gunungkidul.

Supartono menyampaikan, Rapimkab menjadi ruang bagi Kadin untuk merumuskan program kerja yang dapat diselaraskan dengan agenda pembangunan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor usaha sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah diperlukan agar program yang dirancang dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Gunungkidul.

“Melalui pelaksanaan Rapimkab ini, ke depan harapannya bisa berkolaborasi dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam pembangunan daerah, termasuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin DIY, Gunarta Adibrata, menjelaskan bahwa Rapimkab menjadi bagian dari penyusunan program kerja Kadin Gunungkidul untuk 2027. Program tersebut diharapkan sejalan dengan arah pembangunan daerah dan dapat disinergikan dengan program Kadin di tingkat provinsi.

Hasil pembahasan Rapimkab selanjutnya akan dibawa ke forum Kadin pada tingkat nasional. Dengan demikian, aspirasi dan kebutuhan dunia usaha di Gunungkidul diharapkan dapat menjadi bagian dari pembahasan strategi pengembangan ekonomi yang lebih luas.

Gunarta berharap program kerja tersebut dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM, serta industri berskala kecil hingga besar. Sinergi dengan pemerintah dan investor juga dinilai penting untuk membuka peluang usaha serta memperkuat perekonomian daerah.

Kepedulian Sosial, Kadin Salurkan Ambulans untuk Warga Ngawen

Di luar upaya mendorong investasi dan pertumbuhan industri, Kadin Gunungkidul juga menjalankan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat. Salah satunya melalui penyaluran satu unit ambulans bagi warga Sambirejo, Kapanewon Ngawen.

Joko Pitoyo menjelaskan, bantuan tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan fasilitas ambulans sendiri untuk mendukung pelayanan kesehatan. Program yang direncanakan sejak tahun sebelumnya itu akhirnya dapat direalisasikan pada April 2026.

Menurut Joko, ambulans tersebut telah beroperasi sekitar lima bulan untuk membantu kebutuhan transportasi kesehatan warga. Keberadaan fasilitas itu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama ketika membutuhkan layanan transportasi menuju fasilitas kesehatan.

“Ambulans ini sudah beroperasi selama sekitar lima bulan untuk membantu meringankan beban masyarakat, sekaligus menjadi penunjang layanan kesehatan warga,” tambahnya.

Penyaluran ambulans tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Kadin kepada masyarakat di luar aktivitas pengembangan dunia usaha.

Ke depan, melalui penyusunan program kerja 2027 dan penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah serta Kadin DIY, Kadin Gunungkidul berharap semakin banyak peluang investasi yang dapat dikembangkan. Penguatan sektor pariwisata, UMKM, dan industri diharapkan berjalan beriringan sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan tertentu, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait