Dianggap Gulma, Buah Ciplukan Justru Miliki Khasiat Penting

oleh -
Ciplukan, tanaman gulma yang berkhasiat untuk obat. KH/idntimes
iklan dispar
Ciplukan, tanaman gulma yang berkhasiat untuk obat. KH/idntimes

WONOSARI, (KH) – Kenalkah dengan buah ciplukan? Buah bulat yang diselubungi daun seperti tempurung ini dulu sering tumbuh liar di kebun, pematang tegalan, dan bahkan di pinggir jalan. Tak heran bila dulu buah ini sering dijumpai tapi begitu diabaikan.

Tumbuhan yang dulu dianggap gulma ini sebetulnya sudah banyak dikenal hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tak heran bila ciplukan punya banyak sebutan. Tumbuhan yang bernama latin Physalis Angulata L ini di berbagai tempat memiliki nama lokal: Morel berry (Inggris), Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa), Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram), Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak), Leletokan (Minahasa).

Kendati dulu ciplukan begitu diabaikan, namun siapa sangka bila kini ciplukan bahkan telah dikonsumsi dan dijual di berbagai toko buah. Harga jualnya pun juga cukup tinggi. Mahalnya harga buah ciplukan ini tentu bukan tanpa sebab. Pasalnya, ternyata buah ini berdasarkan riset farmasi memiliki manfaat untuk penyembuhan beberapa penyakit.

Asal Tanaman Ciplukan

Ciplukan sendiri adalah buah yang berasal dari Amerika yang kini tumbuh subur di wilayah tropis Indonesia. Bahkan ternyata ciplukan ini sudah banyak dimanfaatkan oleh banyak negara untuk mengobati berbagai penyakit. Ciplukan dijadikan jus untuk digunakan sebagai obat penenang, pembersih darah, antirematik hingga meredakan sakit telinga oleh masyarakat di lembah Amazon Amerika Selatan.

Sementara itu, di Taiwan buah ini digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit diabetes, hepatitis, asma dan malaria. Hal serupa juga dilakukan oleh penduduk Peru yang menggunakan daun clipukan untuk penyakit hati. Bahkan di Afrika Barat buah ini dipercaya dapat menyembuhkan kanker.

Komentar

Komentar