Desa Kemadang Bangun Pasar dan Sekolah Dengan Dana PNPM Mandiri

oleh -
kadhung tresno

TANJUNGSARI, Kabarhandayani.РDesa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari semakin menunjukkan profesionalitas kinerjanya dalam membangun desa. Hal ini tampak dari banyaknya sarana fisik yang dibangun Pemerintah Desa Kemadang  dari tahun ke tahun.

Salah satu program yang yang kini tengah digarap adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri). Desa Kemadang sempat memperoleh prestasi cukup baik pada program yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga pada tahun ini diberi alokasi dana cukup banyak yang mencapai Rp 725 juta.

Kabag Ekobang Desa Kemadang, Suharto menjelaskan, proyek PNPM Mandiri tahun ini dialokasikan untuk beberapa proyek di 3 Padukuhan dan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP).

“Tahun ini yang tengah kita bangun ada 3 jenis sarana. Yang pertama ada pembangunan Los Pasar di Padukuhan Pucung, kemudian pembangunan Gedung Sekolah setara TK di Padukuhan Kemadang Kulon, dan pembangunan Area Parkir dan Los Pantai Sepanjang. Selain itu, ada 2 kelompok Program SPP sebanyak Rp 66 juta,” jelas Suharto, Senin (26/5/2014)

Suharto juga menuturkan, swadaya masyarakat yang tergerakkan dalam kegiatan PNPM Mandiri ini mencapai Rp 11 juta dalam bentuk tenaga kerja, bahan batu, dan peralatan. Keterlibatan masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat ini cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan tenaga kerja yang digerakkan untuk penggarapan proyek seluruhnya berasal dari Desa Kemadang.

Gedung Sekolah, menurut Suharto, menjadi salah satu prioritas utama dalam proyek PNPM tahun ini. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan warga sejak usia dini. Sedangkan proyek pasar di Padukuhan Pucung dimaksudkan untuk meningkatkan roda perekonomian Desa Kemadang yang lebih baik.

“Pembangunan gedung sekolah yang menelan anggaran sebesar Rp 235 juta, seluruhnya untuk kemajuan pendidikan di Desa Kemadang,” lanjutnya.

Proyek PNPM Desa Kemadang dimulai 15 Mei 2014 dan akan berlanjut hingga 90 hari kerja. Untuk tahap pertama, dana yang telah cair sebanyak Rp. 142 juta.

“Semua kegiatan pembangunan yang dijalankan kami pertanggungjawabkan. Jadi kami selaku pelaksana sangat berhati-hati dalam melaksanakan semua kegiatan dan kami melaksanakannya sesuai peraturan yang ada,” pungkas Suharto. (Sumaryanto/Hfs)

Komentar

Komentar