Demam Batu Akik, Karina Stone Kebanjiran Order

oleh -
Workshop Kerajinan Batu Akik Karina Stone Wonosari. Foto: Hari.
iklan dispar
Workshop Kerajinan Batu Akik Karina Stone Wonosari. Foto: Hari.
Workshop Kerajinan Batu Akik Karina Stone Wonosari. Foto: Hari.

WONOSARI,(KH)— Semakin meningkatnya penggemar batu akik, membuat para pengusaha batu akik di Gunungkidul kebanjiran order. Salah satunya adalah Karina Stone, yang beralamat di Tawarsari Wonosari Gunungkidul.

Untuk bahan baku, Karina Stone memanfaatkan bahan sebagian besar asli dari Gunungkidul. Toko sekaligus workshop batu akik tersebut saat ini mempekerjakan 5 orang. Di sini tidak hanya menerima asah batu saja akan tetapi juga poles batu, ikat batu, potong batu, serta menyediakan berbagai jenis ikatan atau emban seperti titanium, rodium, jermanium, dan juga kombinasi.

Karina Stone yang telah buka sejak sekitar 8 bulan ini konsumennya tidak hanya dari Gunungkidul, tetapi juga ada yang dari luar daerah. Meski terbilang workshop baru, para konsumen mengaku cukup puas dengan hasil dan pelayanan Karina Stone. 

Yanto, salah satu penjaga Karina Stone mengatakan, setiap hari selalu mulai ramai pengunjung sekitar pukul 11.00 ke atas sampai sore. Akhir-akhir ini yang paling dicari adalah batu jenis vair opal, selain itu juga pancawarna. Banyaknya konsumen memang membuat pekerjaan pengrajin semakin menumpuk akan tetapi hal tersebut tidak mengurangi kualitas dari polesan para pengrajin di Karina Stone.

Untuk embannya, Karina Stone tidak pernah sampai terlambat walaupun setiap menyetok bahan emban selalu cepat habis karena banyaknya pesanan .

“Harga batu di Karina Stone beragam, dari berkisar Rp 50 ribu ke atas. Untuk omsetnya cukup tinggi, dalam sehari bisa mencapai kisaran Rp 2 juta dan terkadang lebih ,” tambah Yanto, Senin (13/4/15)

Yanto juga menginformasikan, hari ini Karina Stone membuka cabang di Kota Yogyakarta dengan alamat Gangsiran, Waturejo, Prambanan, Sleman. Ini adalah salah satu usaha dari Karina Stone untuk melebarkan sayap di bisnis batu mulia dan juga mempromosikan batu mulia khas Gunungkidul.

Eko Subiantoro, Kepala Disdukcapil yang secara bersamaan juga sedang memoleskan batu akiknya mengaku, dirinya merasa puas dengan pelayanan Karina Stone. Menurutnya, pekerjaannya bagus, pelayanan ramah, dan sangat mementingkan kepuasan pelanggan.

“Semoga ada fasilitasi dari pemerintah untuk hak pematenan batu khas Gunungkidul, seperti pancawarna, gasper, serta kalsidon yang khas,” pungkas Eko. (Hari)

Komentar

Komentar