BPKP Segera Launcing Program Satu Hari Tanpa Beras

oleh -
iklan dispar

90tiwulwmWONOSARI, (KH) — Badan Penyuluhan Ketahanan Pangan (BPKP) Gunungkidul berencana membuat program satu hari tanpa beras. Program ini dilakukan untuk mensukseskan program diversifikasi pangan di Gunungkidul.

Kepala BPKP Gunungkidul I Ketut Santosa mengatakan, banyak bahan pangan pengganti beras di Gunungkidul, sehingga saat program ini diluncurkan, masyarakat dapat mengganti beras dengan bahan pangan lain yang ada di Gunungkidul.

“Program diversifikasi ini tujuanya agar masyarakat tidak terus bergantung pada komoditas beras sebagai bahan pokok. Kita berharap program ini dapat berimplikasi terhadap program ketahanan pangan selain beras,” kata Ketut, Rabu (3/3/2015).

Dijelaskan, program satu hari tanpa beras akan mulai dicoba di jajaran pegawai Pemkab Gunungkidul. Jika program ini berhasil, kemudian akan dicoba digulirkan di masyarakat. Meski demikian, kebijakan tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemkab dan perangkat kerja daerah lainya.

“Mahalnya harga beras di pasaran yang terjadi saat ini, sebenarnya sebuah momen yang baik untuk berimplikasi terhadap program ketahanan pangan. Di sini (Gunungkidul) bahan pangan selain beras juga tersedia sangat melimpah,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Gunungkidul Azman Latif mengaku, siap mendukung program tersebut. Jika program ini berhasil dijalankan, maka bisa mengurangi ketergantungan terhadap beras.

“Secara Nasional tingkat konsumsi beras di Gunungkidul masih tinggi. Jika program ini dijalankan, kita siap memberi dukungan,” ungkap Azam.

Mantan Kepala BPKP itu mengaku tidak khawatir, karena secara komoditas Gunungkidul memiliki banyak makanan pengganti beras. Dia menjelaskan ubi jalar, jagung, ganyong, talas dapat diolah sedemikian rupa untuk mengganti beras.

“Dalam waktu dekat kita akan meneliti potensi keanekaragaman pangan di Gunungkidul bekerja sama dengan Mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM),” ungkap dia. (Juju/Tty)

Komentar

Komentar