Bocah Tiga Tahun Kecanduan Merokok, Nggak Doyan Kalau Kretek

oleh -
Rokok
Lisda, ibu yang punya anak usia 3 tahun yang suka merokok. (KH)
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Tak seperti anak kebanyakan pada umumnya, putra Lisda (35) dan Dwi (36) warga Dusun Turi, Kalurahan Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul, yang masih berusia 3 tahun punya kebiasaan merokok. Bahkan jika keinginannya tak dipenuhi ia sering merengek hingga mengamuk.

“Pintu saya rusak ditendangi saat memaksa minta rokok,” kata Lisda saat ditemui di kediamannya, Selasa, (22/3/2022).

Lisda bercerita, anaknya punya kebiasaan merokok sekitar 3 bulan terakhir. Mulanya, anaknya punya kebiasaan memungut puntung rokok kemudian disulut lalu dihisap.

Lisda sudah berusaha melarang. Tetapi, sering tanpa sepengetahuannya, bocah enerjik ini memungut puntung rokok lalu menyulutnya.

Tak jarang, anaknya minta rokok ke orang dewasa yang melintas. Karena malu, Lisda terpaksa menuruti kemauan anaknya dengan membeli rokok ke warung khusus untuk anaknya.

“Menangis sambil mengamuk kalau sedang minta, sampai menendang pintu segala macam. Agar segera bisa dikontrol terpaksa saya belikan rokok eceran,” tutur Lisda.

Tak hanya ke orang lain, Bocah ini juga sering minta rokok ke bapaknya. Dwi setiap pulang kerja tak jarang dimintai rokok oleh si anak.

“Saya sampai bertengkar dengan suami supaya suami tidak merokok. Suami menurut, kalau pulang kerja nggak bawa rokok. Selama di rumah juga tidak merokok,” sambungnya.

Upaya suami Lisda tidak merokok di rumah tak banyak membuat perubahan pada kebiasaan si anak. Tetap saja jika hasrat merokok timbul selalu mengamuk.

“Kalau sehari paling 2-3 batang. Yang mesti selalu minta menjelang petang atau sekitar Maghrib,” lanjut Lisda.

Dia mengaku punya siasat untuk menghilangkan kebiasaan anaknya. Antara lain mengolesi rokok dengan cabai. Namun, tidak juga membuat anaknya kapok.

Saat minta rokok, selain merengek dan mengamuk, kondisi anaknya nampak lesu atau tidak bersemangat. Namun, usai diberi rokok, si anak kembali ceria, senang dan nampak bergairah.

Karena kebiasaan itu, si anak punya permintaan berbeda saat ikut ke warung ibunya. Kalau anak seusianya minta jajan permen atau snack camilan, anak Lisda justru minta rokok.

Lisda dan suami sebelumnya telah mengupayakan menghentikan kebiasaan anak dengan meminta pertolongan orang pintar. Air pemberian orang pintar juga sudah diberikan, namun tak menunjukkan perubahan berarti.

Kata si orang pintar, lebih jauh Lisda menambahkan, kebiasaan anaknya bisa hilang, hanya saja punya kecenderungan menjadi anak nakal.

Menurut Lisda, anaknya hanya mau menghisap rokok yang disertai filter atau gabus. Pernah saat mengamuk diberi rokok kretek tidak mau.

“Katanya kalau rokok kretek tidak enak. Saya belum bawa ke dokter atau puskesmas diantaranya karena soal biaya,” keluhnya.

Dia berharap, kebiasaan anaknya segera berkurang bahkan hilang. Sejauh ini ia tak mendapati kesehatan anaknya terganggu karena kebiasaan merokok. Namun, kekhawatiran terhadap kesehatan anaknya terutama organ paru-paru diakui ada.

Dwi, bapak si anak juga heran. Dia sudah berusaha tak merokok di depan anaknya. Namun, tak juga mengurangi minat anaknya pada rokok.

“Saya kalau mau merokok pergi dulu dari rumah. Tapi sudah terlanjur begini, nggak hilang kebiasaannya,” kata Dwi. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar