Berbagai Upaya Dilakukan Orangtua untuk Menyekolahkan Anak

oleh -
Calon siswa baru diantar orangtuanya mencari sekolah pilihannya. KH/Atmaja
iklan dispar
Calon siswa baru diantar orangtuanya   mencari sekolah pilihannya. KH/Atmaja
Calon siswa baru diantar orangtuanya mendaftar di sekolah pilihannya. KH/Atmaja

WONOSARI,(KH) — Memasuki tahun ajaran baru, beberapa orangtua calon peserta didik baru, menggunakan segala upaya untuk mencukupi biaya masuk sekolah. Mulai dari menjual harta seperti emas dan hewan ternak hingga menggunakan tabungan keluarga dilakukan agar putra-putrinya dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Hari ini, Selasa (23/06/2015) sejumlah sekolah swasta telah membuka pendaftaran bagi siswa baru tahun ajaran 2015/2016. Seperti yang terpantau oleh Kabarhandayani.com di SMK Muhammadiyah Wonosari mendapati beberapa orangtua bersama dengan putra-putrinya tengah melakukan pendaftaran masuk sekolah.

Salah satu wali murid yang berhasil di wawancarai KH, Suratmi warga Baleharjo, Wonosari mengatakan, segala upaya dilakukan demi melanjutkan sekolah anaknya. “Tidaklah sedikit untuk biaya masuk sekolah yang baru. Minimal memegang uang Rp 3-4 juta untuk melanjutkan sekolah anak,” katanya.

Ia menjelaskan biaya tersebut merupakan biaya keseluruhan mulai dari uang masuk sekolah sebesar Rp 1,7 juta dan keperluan anak lainnya. “Itu belum buku dan perlengkapan sekolah lainnya yang masih harus dilengkapi,” jelasnya.

Ia menambahkan untuk menyekolahkan anaknya di jenjang yang lebih tinggi, Suratmi menggunakan tabungan keluarga. Menurutnya orangtua selalu mendukung anak yang ingin melanjutkan belajar. “Segala upaya saya lakukan agar anak dapat belajar di jenjang yang lebih tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang baik,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Nardiyanto salah satu wali murid warga Sodo, Paliyan, Gunungkidul mengaku menjual ternak untuk keperluan sekolah anak. ia beranggapan menyekolahkan anak sudah menjadi tanggung jawab yang harus dipenuhi orang tua. “Tentunya dengan berusaha dan mau bekerja keras pasti ada jalan untuk kebaikan anak di masa depan,” ungkapnya. (Atmaja)

Komentar

Komentar