BBM Naik Tidak Masalah Yang Penting Stok Aman

oleh -
iklan golkar Gunungkidul

WONOSARI, (KH) — Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang baru saja diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat tanggapan beragam dari masyarakat Gunungkidul. Ada masyarakat yang telah antri BBM di SPBU, ada juga masyarakat yang pasrah dengan kebijakan tersebut.

 

Usai pengumuman yang digelar di istana negara, Senin (17/11/2014) malam, beberapa stasiun pengisian bahan bakar di kota Wonosari langsung dipadati pembeli. Mereka rela mengantri sebelum BBM resmi dinaikan pada pukul 00:00

 

Pemilik SBPU 44 558 07 Tegalsari, Siraman, Sri Sugiyanti mengatakan, stok BBM di Pom miliknya diperkirakan tidak sampai pukul 00:00. Hal tersebut karena jumalah pembeli meningkat hingga 75% dari hari biasanya.

 

“Mungkin tidak sampai jam 00.00. Ketika habis, nanti akan kita tutup. Hari ini kita mendapat pasokan 328 Kilo liter.”, katanya saat ditemui di kantornya, Pom Tegalsari, Siraman, malam tadi.

 

Jika stok ini habis, pihaknya belum bisa memastikan pukul berapa Pertamina akan mengirim BBM. Menurutnya, pengiriman BBM di SPBU miliknya biasa mendapat jatah kiriman pada kloter ke tiga. Agar semua pengantri mendapatkan BBM setiap pembeli hanya dibatasi dapat membeli 20 liter BBM.

 

Salah satu warga yang tidak mencemaskan kenaikan BBM, Stefanus Beda mengungkapkan, ia memilih membeli BBM esok hari meski harganya naik. Dia berpendapat, tidak masalah BBM naik, asalkan tidak langka.

 

“Yang penting bagi kami, stok cukup, masalah harga nanti saya yakin bisa mengikuti.”, tambahnya saat ditemui di SPBU Tegalsari. Beda mengaku, ke sana tidak mengantri melainkan hanya ikut memantau.

 

Untuk diketahui, harganya BBM jenis bensin menjadi Rp 8.500/ liter, naik Rp 2.000 dari sebelumnya Rp 6.500/ liter. Sedangkan Solar, juga turut naik turut naik menjadi Rp 7.500 / liter. Naik Rp 2.000 dari sebelumnya Rp 5.500/ liter. (Juju/Tty)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar