Bangkitkan Pengelola Kakao di Patuk, UII Beri Pendampingan

oleh -
kakao
Launching program pendampingan pengelola kakao di Patuk oleh UII. (Istimewa)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Universitas Islam Indonesia (UII) dalam rangka merealisasikan Tri Darma Perguruan Tinggi, melakukan pendampingan kepada masyarakat pengelola cokelat di Kalurahan Nglangeran, Patuk, Gunungkidul.

Launching pendampingan dalam hal organisasi/SDM, produksi, packing, pemasaran dan keuangan, serta pengelolaan eduwisata dilakukan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, Rabu, (29/9/2021).

Atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Sunaryanta mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi atas program pendampingan dan partisipasi yang besar dengan pendampingan kepada Omah Kakao Dago.

“Pendampingan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Peran perguruan tinggi dalam rangka pelaksanaan tri darma perguruan tinggi punya peran penting dalam hal pemberdayaan masyarakat,” kata Sunaryanta.

Sunaryanta meminta kepada perguruan tinggi dapat membantu pemerintah mengidentifikasi potensi yang ada di Gunungkidul di tiap Kapanewon.

Launching program pendampingan pengolahan cokelat tersebut ditandai dengan pembubuhan tandatangan di plakat oleh Sunaryanta dan wakil Rektor. Sebagai penanda permulaan pendampingan, secara simbolis juga disertai penyerahan bibit pohon Kakao.

Wakil Rektor III UII, Dr Drs. Rohidin, S.H., M.Ag., menyampaikan, pendampingan terlaksana melalui program Zakat Berdaya Lazis Unisia Omah Kakao Doga.

“Dengan semboyan semangat dari cokelat kami punya tekad, berdayakan potensi wujudkan mimpi,” kata Rohidin.

Pandemi yang masih dihadapi, sambung dia, ditambah kurangnya dukungan berdampak pada berhentinya sebagian kegiatan masyarakat. Untuk itu, melalui program Lazis Unisia yang peduli pada UMKM berniat mewujudkan mimpi kembali Dusun Doga sebagai Omah Kakao yang sebelumnya pernah dirintis. Di sampingbitu, UII juga berniat menggerakan potensi lain yang ada di wilayah setempat. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar