Terkait Potensi Tsunami Selatan Jawa, BMKG Minta Pemda Siapkan Mitigasi yang Matang

oleh -
bmkg
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (kanan) (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Di laut selatan Jawa terdapat patahan lempeng tektonik yang bisa memicu gempa megathrust. Gempa tersebut dapat berpotensi menyebabkan tsunami yang berisiko berdampak pada wilayah pesisir selatan Jawa.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati pekan lalu saat menghadiri agenda di Pelabuhan Sadeng, Gunungkidul, DIY mengatakan, kajian terkait potensi tsunami di selatan Pulau Jawa telah dilakukan. Proses kajian tersebut melibatkan para pakar yang memahami fenomena tsunami.

“Hasil kajian akan dimanfaatkan untuk bahan mitigasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tiap daerah,” kata dia.

Adapun prosesnya saat ini dalam tahap finalisasi. Diantaranya berisi terkait perkiraan berapa menit datangnya tsunami pasca gempa hingga ketinggiannya.

“Secara teori gempa megathrust sewaktu-waktu bisa memicu munculnya tsunami. Kami menghimbau pemerintah daerah bersiap-siap dengan mitigasi yang matang. Diantaranya disiapkan jalur evakuasi dengan tanda dan rambu yang jelas,” imbau dia

Selain itu, Dwikorita juga menghimbau pemerintah daerah perlu menyiapkan tempat evakuasi yang aman dari tsunami. Lokasi evakuasi perlu mempertimbangkan jaraknya dari permukiman penduduk agar mudah diakses.

Pihaknya lebih jauh menjelaskan, patahan lempeng tektonik yang bisa memicu gempa megathrust berjarak sekitar 200 meter dari lepas pantai selatan Jawa.

Ditanya mengenai adanya potensi tsunami, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menilai, upaya mitigasi di wilayahnya cukup matang. Ia mengklaim fasilitas dan sarana pendukung mitigasi bencana cukup siap.

“Gunungkidul jelas berpotensi terdampak. Karena tidak bisa dideteksi kapan dan di mana titiknya secara spesifik maka warga harus tetap waspada,” pinta Sunaryanta.

Salah satu kewaspadaan yang dapat dilakukan warga yakni dengan rutin mengakses informasi dari pihak resmi yang berwenang menyampaikan informasi dan peringatan dini tsunami, yakni BMKG

Sementara itu, merespon keresahan masyarakat terkait adanya informasi potensi tsunami, BMKG pada 5 Juni 2021 mengeluarkan siaran pers. Berikut isi siaran pers yang diakses KH pada 30/9/2021:

Siaran Pers

Merespon kekhawatiran masyarakat terkait informasi potensi terjadinya gempabumi dengan kekuatan 8,7 yang diikuti tsunami setinggi 29 meter di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Timur yang dilansir oleh beberapa media online, maka bersama ini kami sampaikan tanggapan sebagai berikut.

  1. Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempabumi memiliki potensi gempabumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).
  2. Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi.
  3. Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7. Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yang pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu. Untuk itu kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami. Pemerintah Daerah dengan dukungan Pemerintah Pusat dan Pihak Swasta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai, BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/ terpelihara dengan layak dan terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan Peringatan Dini dari BMKG. Pemerintah Daerah dengan Pusat melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami dengan menjaga kelestarian ekosistem pantai sebagai zona sempadan untuk pertahanan terhadap gelombang tsunami dan abrasi. Pemerintah Daerah dengan Pihak terkait perlu membangun kapasitas masyarakat/edukasi masyarakat untuk melakukan response penyelamatan diri secara tepat saat terjadi gempabumi dan tsunami.
  4. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apabila ingin mengetahui lebih jelas info ini dapat menghubungi Call Center 196, contact 021-6546316 atau www.bmkg.go.id dan terus monitor aplikasi mobile phone INFO BMKG.

(Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar