Bagikan Masker, Gema Bhinneka Gunungkidul: Masyarakat Jangan Abai

oleh -
Penyerahan masker dari Gema Bhinneka Gunungkidul ke masyarakat Baleharjo. (dok. Gema Bhinneka)
iklan dispar

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kelompok pemuda lintas agama dan kepercayaan tergabung dalam Gema Bhinneka Gunungkidul membagi ratusan masker kepada masyarakat yang melintasi titik Nol Alun-Alun Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Banyak warga masyarakat yang terlihat mengabaikan pentingnya mengenakan masker guna penanggulangan pencegahan virus corona yang masih cukup membahayakan memasuki new normal saat ini.

sekretaris Gema Bhinneka, Martina jalesveva Eka Cahyani, kepada sejumlah media, Selasa (9/6) mengatakan, masih banyak ditemui di Wonosari masyarakat yang abai akan pentingnya mengenakan masker.

“Yang kami lihat banyak yang tidak mengenakan masker,” kata dia.

Eka tidak mengetahui pasti masyarakat masih terlihat abai akan pentingnya mengenakan masker yang telah gencar disosialisasi melalui berbagai ruang informasi, pemberitaan media, dan beragam iklan layanan informasi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah perlu upaya bersama-sama dan terus menerus menerapkan pengenaan masker kepada warga masyarakat yang telihat sudah memulai memasuki new normal ini.

Ia juga meminta, Pemkab Gunungkidul bersikap tegas melakukan penertiban atau pendisplinan warga untuk mengenakan masker dan membiasakan perilaku sosial demi keselamatan bersama khususnya ditempat umum dan keramaian seperti halnya pasa tradisional dan pusat perbelanjaan.

Ingin terlibat dalam penanggulangan, serta memahami pentingnya berbagai antisipasi penyebaran COVID-19 diantaranya menggunakan masker, komunitasnya rela gotong-royong menggalang pengumpulan masker untuk dibagikan. Mestinya, ujar Eka, tidak ada alasan bagi warga tidak mengenakan masker. Misalnya karena alasan tidak punya.

Gema Bhinneka Gunungkidul sendiri memiliki beragam cara untuk bisa membagi ratusan masker secara cuma-cuma. Mulai dari masker bikinan sendiri, hasil iuran, hingga hasil penggalangan dana dilakukan lintas organisasi keagamaan islam, kristen, hindu, budha dan katolik.

“Semua cara ditempuh dengan melakukan kerjasama dan gotong royong penyediaan masker untuk masyarakat,” sambung dia.

Aksi bagi masker sempat ini sempat mencuri perhatian para pengguna jalan baik pejalan kaki, pesepeda, dan pengendara yang melintas. Mereka merasa diingatkan akan pentingnya masker bukan hanya alat keselamatan bagi diri sendiri tetapi alat keselamatan bagi orang lain.

Pembagian masker anak muda lintas agama mendapat dukungan pengamanan beberapa kader GP Anshor Banser NU Gunungkidul.

Ketua GP Anshor Banser NU Gunungkidul, H.Lutfi Kharis Mahmud, menambahkan, kegiatan pembagian masker tidak hanya menyasar pusat pemerintahan Gunungkidul di Wonosari. Pembagian masker juga menyasar warga di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo yang akhir-akhir ini diberitakan adanya temuan kasus baru.

“Masjid-masjid dan gereja kita sasar dengan masker, sabun dan cairan pencuci lantai disertai harapan akan membangkitkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan menyambut rencana new normal dan rencana akan dibukanya tempat-tempat ibadah,” kata Lutfi.

Komentar

Komentar