Back Up Droping Air Dari Dinsosnakertrans Khusus Keluarga Kurang Mampu

oleh -
Telaga yang mulai berkurang airnya. Foto : Kandar
iklan dispar
Telaga yang mulai berkurang airnya. Foto : Kandar
Telaga yang mulai berkurang airnya. Foto : Kandar

WONOSARI, (KH) — Musim kemarau telah berlangsung lebih dari dua bulan. Kondisi ini mengakibatkan sulitnya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di beberapa kecamatan di Gunungkidul. Pemanfaatan air telaga lebih intens dilakukan dengan tujuan untuk menghemat persediaan air di bak Penampungan air hujan (PAH).

Berbagai keperluan seperti mandi, mencuci, dan memandikan hewan ternak dilakukan di telaga. Air bak khusus untuk minum. Menyusutnya air telaga di wilayah yang tidak terjangkau pipa PDAM, berakibat upaya pemenuhan air dengan membeli melalui penjual air tangki swasta menjadi satu-satunya solusi.

Bagi keluarga mampu secara ekonomi, tentu bukanlah masalah, meski harus menebus sekitar 8 hingga 10 air tangki untuk kebutuhan selama musim kemarau, dengan harga rata-rata Rp 120 ribu per tangki dengan kapasitas 5000 liter.

Bagi keluarga kurang mampu pemenuhan kebutuhan air bersih terkadang cukup memberatkan, sehingga bantuan droping air dari masing-masing pemerintah kecamatan sangat dibutuhkan. Karena banyaknya wilayah yang membutuhkan dalam satu wilayah kecamatan, maka Pemkab melalui Dinsosnakertrans Bidang Sosial melakukan back up droping air rutin tiap tahun.

“Permintaan yang masuk dan telah dimulai droping di beberapa kecamatan seperti, Girisubo, Rongkop, Tepus, Panggang, dan Ngawen,” kata Dra. Christiana Suyatmiyatun, Kabid Sosial Dinsosnakertrans Gunungkidul, Rabu, (15/7/2015).

Disampaikan olehnya, droping yang dilakukan untuk mem-back up saja, karena di masing-masing kecamatan telah memiliki tangki operasional pemenuhan kebutuhan air. “Sasaran untuk keluarga kurang mampu, kalau yang mampu diharapkan membeli sendiri,” tandasnya.

Pengiriman di masing-masing kecamatan tersebut, tambah Suyatmiatun rata-rata 5 tangki tiap hari, atau sesuai permintaan. Kenyataannya, beberapa wilayah di Kecamatan Panggang masih mengeluhkan jumlah droping air yang telah dilakukan, Arif Apriyanto Dukuh Temuireng 1 menyebutkan, droping yang masuk di wilayahnya dinilai masih kurang.

“Masih sangat kurang, banyak warga, meski sebenarnya masuk kategori keluarga kurang mampu, terpaksa tetap membeli. Kalau jumlah anggota keluarga banyak, bisa lebih dari sepuluh tangki habis selama musim kemarau,” ujarnya. (Kandar)

Komentar

Komentar