Awal Puasa Tahun Ini, NU Muhammadiyah Diprediksi Bersamaan

oleh -
Kepala Kemenag Gunungkidul, Nur Abadi MA. KH/ Edo
iklan dispar
Kepala Kemenag Gunungkidul, Nur Abadi MA. KH/ Edo
Kepala Kemenag Gunungkidul, Nur Abadi MA. KH/ Edo

WONOSARI, (KH)— Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah memutuskan awal Ramadan jatuh pada 6 Juni mendatang. Meski Nahdlatul Ulama (NU) akan menunggu rukyat, melihat bulan secara langsung terlebih dahulu, kedua organisasi Islam terbesar di tanah air tersebut berpotensi kompak mengawali puasa secara bersama.

Nur Abadi selaku Kepala Kemenag Gunungkidul menuturkan, bahwa tinggi hilal pada 5 Juni nanti sudah memenuhi kriteria rukyatulhilal yang menjadi standar NU. Sedangkan, Muhammadiyah sendiri menggunakan kriteria wujudulhilal, lewat patokan itu, bulan baru tiba ketika sudah terjadi ijtimak atau konjungsi dan bulan terbenam sebelum terbenamnya matahari.

Sementara itu, NU menganut imkanurrukyat atau bulan baru yang harus terlihat dengan mata telanjang dengan tinggi hilal minimal 2 derajat.

Nur Abadi menambahkan, Ramadhan tahun ini akan berdurasi selama 30 hari. Sebab, posisi hilal pada 4 Juli masih minus. Dengan demikian, jumlah hari bulan puasa digenapkan (istikmal) jadi 30 hari.

“Insya Allah 1 Syawal kompak 6 Juli, Muhammadiyah juga telah menetapkan Lebaran pada 6 Juli,” Jelasnya.

Nur Abadi menambahkan, masyarakat sudah tidak perlu lagi berdebat soal kompak dan perbedaan antara penetapan hari besar Islam. Sebab, setiap ormas Islam memiliki kriteria sendiri. (Edo)

Komentar

Komentar