Anggaran Pelaksanaan Pilkada 2015 Direvisi

oleh -
iklan dispar

pilkada-serempakWONOSARI,(KH)— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul melakukan revisi anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunungkidul 2015. Dari anggaran sebelumnya Rp.22,85 miliar, karena alasan penyelenggaraan hanya satu putaran maka anggaran dipangkas menjadi Rp. 14,56 miliar.

“Pilkada mendatang hanya dilakukan satu putaran, jadi anggaran untuk putaran kedua kita kembalikan. Hal ini sudah kita komunikasikan dengan Pemkab Gunungkidul,”kata Zainuri Ikhsan, Ketua KPU Gunungkidul, Senin (2/3/2015).

Menurutnya, banyak anggaran yang akan dirubah. KPU juga akan mengatur anggaran yang disediakan. Pengaturan ini tidak lepas dari aturan baru untuk pelaksanaan pilkada mendatang. “Masalah ini sudah kita komunikasikan ke Pemkab dan Bawaslu DIY,” ungkapnya.

Ikhsan mengatakan, banyak persyaratan yang diubah. Contohnya persyaratan untuk calon independen yang awalnya harus mengumpulkan pendukung 7 % dari total jumlah penduduk, kini diubah menjadi 10 %. Dengan perubahan ini otomatis beban Petugas Pemungutan Suara (PPS) lebih tinggi.

“Dengan peraturan tidak mungkin kita memberikan honor kepada petugas sepeti yang disediakan saat ini, sebab perubahan peraturan itu berdampak beban kerja contohnya verifikasi data penduduk lebih banyak,” paparnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Gunungkidul Budi Martono mengungkapkan, anggaran Pilkada akan dimasukkan dalam dana hibah Pemkab. Hal ini dilaksanakan untuk mengantisipasi pelaksanaan pilkada hingga tahun depan.

“Penggunaan dana hibah ini lebih fleksibel dan tak terpengaruh tahun anggaran. Memang pelaksanaan Pilkada awal Desember, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa masuk tahun depan,” katanya.

Penggunaan dana hibah ini menurut Budi, sudah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Peraturan Gubernur. Jadi penggunaan anggaran tersebut tidak menyalahi aturan. “Kita hanya berharap program yang dilaksanakan KPU ini matang dan sesuai rencana yang dibuat,” tegasnya. (Juju)

Komentar

Komentar