Aman, Stok BBM dan Gas Selama Lebaran

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Gunungkidul, menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji tiga kilogram selama Lebaran 1435 Hijriah untuk mengantisipasi peningkatan permintaan.
Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Disperindagkop dan ESDM Gunungkidul, Pramuji Ruswandono mengatakan untuk mencegah kelangkaan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pertamina untuk menambah jumlah. Diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya saat bulan Ramadhan dan Lebaran.
“Sudah kami antisipasi kenaikan kebutuhan masyarakat dengan menambah pasokan, yang biasanya dilakukan selama Lebaran,” kata Pramuji, Rabu (23/7/2014).
Kepada KH, Ia mengatakan penambahan BBM untuk jenis Premuim sebesar 40% dan untuk jenis Solar ditambah 5% dari tanggal 26 Juli hingga tanggal 4 Agustus 2014. Untuk elpiji tiga kg akan ditambah dua kali lipat dari hari biasa, stok elpiji dinaikan menjadi 466.000 tabung dari sebelumnya 233.000 tabung. “Kuotanya dua kali lipat dibandingkan hari biasa,” katanya.
Pertamina juga sudah mengantisipasi keterlambatan BBM yang disebabkan kemacetan dengan beberapa cara, seperti, menambah armada tangki dan menambah waktu pelayanan di semua terminal BBM. Antisipasi tersebut di lakukan mengingat jalur menuju Gunungkidul terdapat banyak tanjakan dan berkelok.
Pramuji menambahkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan tetap memantau distribusi BBM dan gas elpiji 3 kilogram agar tidak terjadi kecurangan saat pendistribusian. “Pemda berkewajiban untuk tetap memantau agar stok BBM dan gas elpiji tetap terjaga,” imbuhnya.
Untuk gas elpiji tiga kilogram pemerintah berharap agar tambahan pasokan ini tidak disalahgunakan, tambahan di lakukan guna mengantisipasi kelangkaan dan peningkatan harga di tingkat masyarakat. Namun demikian pihaknya memprediksi akan ada kenaikan harga yang bervariasi, tergantung lokasi di lapangan. Akan tetapi untuk harga elpiji di agen sesuai harga eceran terendah yakni Rp 12.750.
“Kenaikan harga elpiji tiga kg yang mencapai Rp 16.000,00 hingga Rp 17.000,00 terjadi sudah di luar agen dan pangkalan, hal ini dikarenakan jarak dari agen ke pangkalan, yang menyebabkan ongkos operasional bertambah. Pemerintah berharap tidak terjadi kelangkaan selama lebaran,” pungkasnya. (Atmaja/Hfs)

Komentar

Komentar