Aliran Penghayat Kepercayaan Diakui Negara, Diskriminasi Masih Terjadi

oleh -
Kegiatan sarasehan himpunan Penghayat Kepercayan se Gunungkidul. KH/ JNE.
iklan-idul-fitri-smkn3-wno

Dikatakan, kalau sudah terdaftar di Kejari Wonosari tentu ada pembinaan dan pengarahan ke arah komunikasi yang sinergi. Karena Di Gunungkidul sudah ada Pengawasan Aliran Kepercayaan (PAKEM) yang bertugas menerima dan menganalisa laporan dan atau informasi tentang aliran kepercayaan masyarakat. Meneliti dan menilai secara cermat perkembangan suatu aliran kepercayaan untuk mengetahui dampak-dampaknya. Juga mengajukan laporan dan saran sesuai dengan jenjang wewenang dan tanggungjawab.

“Dan kalau terjadi penyimpangan tentu mengambil langkah-langkah preventif sesuai dengan ketentuan perundang-undang yang berlaku,” masih kata Wibowo.

iklan kejari

Susunan Tim Pakem sendiri berdasarkan keputusan Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul No. 14/O.4.11/Dap.5/05/2017, meliputi selain dari unsur Kejari Wonosari juga melibatkan Pemkab, Kodim, Polres, Departemen Agama, Dinas Kebudayaan, dan Forum Kerukunan Umat Beragama.

Saresehan atas undangan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul itu dihadiri oleh 9 paguyuban atau penganut penghayat kepercayaan di Gunungkidul. Diantaranya; Sapto Dharmo, Palang Putih Nusantara, Sumarah, Mardi Santosaning Budi, Hidup Betul, Ngudi Utomo, Ngesti Kasampurnan, Umat Pramoesoh dan Suryo Mataram. (JNE)

hut gk kh

Komentar

Komentar