Abu Vulkanik Membawa Berkah Petani

oleh -
iklan dispar

KARANGMOJO, kabarhandayani.– Sebagaian petani di wilayah Wiladeg, Kecamatan Karangmojo percaya hasil panen kacang tahun ini bagus karena dampak abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud Bulan Februari lalu.

Tukini (52) Petani desa setempat mengatakan, dampak abu vulkanik yang sempat mengguyur sawah oncoran miliknya sangat berdampak pada kualitas kacang tanah yang kini mulai memasuki masa panen.

“Kacangnya aos (isinya baik) satu pohon juga berisi banyak kacang, kemungkinan ini gara-gara abu vulkanik yang dipercaya baik digunakan untuk pupuk,” kata Tukini saat ditemui di sawahnya, Sabtu (7/6/2014).

Tukini memaparkan, dalam memanen hasil sawah, para petani saling bergantian untuk memanen atau masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan “ijol bau” (tukar tenaga).

Menurut Tukini sistem ijol bau dapat menekan biaya masa panen karena waktu panen akan semakin singkat sehingga saat memanen akan lebih cepat selesai. “Sudah menjadi tradisi di masyarakat kami menanen dengan sistem ijol bau,” terang Tukini.

Ibu empat orang putra ini mengaku belum akan menjual hasil panen kacang tahun ini karena harga kacang saat ini anjlok. Kacang hasil panen, lanjut Tukini, sudah dijemur dan akan disimpan selanjutnya akan dijual saat harga jual kacang tanah tinggi.

“Setelah ditanami kacang tanah, lahan oncoran ini akan kita tanami jagung yang akan kita jual dalam bentuk pakan ternak saat musim kemarau nanti,” pungkas Tukini. (Rado/Hfs)

Komentar

Komentar