Car Free Day Gunungkidul Pindah Lokasi, Bupati Dorong UMKM dan Ekonomi Lokal

cfd Gunungkidul
Bupati Endah usai membuka secara resmi lokasi Car Free day yang baru beramah tamah dengan warga. (ist)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) Gunungkidul kini hadir dengan lokasi baru. Halaman Kantor Kapanewon Wonosari menjadi pusat kegiatan yang mulai digunakan pada Minggu (27/9/2026) pagi.

Peresmian lokasi baru tersebut dilakukan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih sekitar pukul 05.30 WIB. Sejak pagi, masyarakat tampak memanfaatkan ruang tersebut untuk berolahraga, bersantai, sekaligus menikmati berbagai aktivitas dan jajanan yang ditawarkan pelaku UMKM.

Bagi Pemkab Gunungkidul, pemindahan lokasi CFD bukan sekadar perubahan tempat. Ruang publik tersebut diarahkan menjadi tempat yang sehat dan nyaman bagi masyarakat sekaligus ruang untuk menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Endah mengatakan penyelenggaraan HBKB terus dievaluasi dan dikembangkan mengikuti kebutuhan masyarakat. Pemindahan lokasi menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas.

“HBKB terus kita evaluasi dan kembangkan sesuai dinamika kebutuhan masyarakat. Hari ini kita melihat partisipasi yang luar biasa di lokasi baru ini,” ujar Endah.

Penyelenggaraan HBKB di Gunungkidul juga memiliki dasar hukum melalui Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 19 Tahun 2026 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).

Ruang Publik Sekaligus Penggerak Ekonomi

Endah berharap keberadaan CFD tidak berhenti sebagai ruang olahraga pada akhir pekan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.

Pengembangan itu, kata dia, sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJMD 2025–2029, terutama melalui semangat “Tani Makmur dan UMKM Berdaya”.

Ia mengajak masyarakat ikut menghidupkan ekonomi lokal dengan memberikan ruang bagi produk-produk Gunungkidul untuk berkembang.

“Mari kita beri ruang bagi produk lokal untuk tumbuh. Mari kita dukung UMKM, petani, dan pelaku kuliner kita. Ketika ekonomi masyarakat bergerak, kekuatan ekonomi daerah juga ikut tumbuh,” tegasnya.

Suasana lokasi baru CFD juga mendapat respons positif dari masyarakat. Darminto, salah seorang pengunjung, mengaku senang dengan lokasi baru tersebut karena area yang tersedia dinilai lebih luas.

“Jadi lebih luas, UMKM-nya juga tidak berdempet-dempetan, bisa untuk olahraga juga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Eni Sudaryanti, salah seorang pedagang yang mengikuti kegiatan CFD. Ia menilai lokasi baru membuat aktivitas pedagang dan pengunjung menjadi lebih tertata.

“Tempatnya lebih tertata dan pengunjungnya lebih ramai,” ungkap Eni.

Pemkab Gunungkidul juga mengaitkan pengembangan CFD dengan sektor pariwisata. Lokasi kegiatan yang berada di kawasan Wonosari diharapkan dapat menjadi salah satu titik persinggahan bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata.

Wisatawan yang singgah dapat menikmati kuliner lokal maupun membeli produk UMKM yang tersedia di kawasan CFD. Dengan demikian, aktivitas akhir pekan tersebut diharapkan memberi manfaat lebih luas, tidak hanya bagi masyarakat yang berolahraga, tetapi juga bagi pelaku usaha.

Konsep tersebut sekaligus mempertemukan tiga aktivitas dalam satu ruang, yakni olahraga masyarakat, interaksi sosial, dan kegiatan ekonomi.

Peresmian lokasi baru HBKB dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD, serta masyarakat umum.

Dengan dibukanya lokasi baru tersebut, Pemkab Gunungkidul berharap HBKB dapat terus berkembang sebagai ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal menuju Gunungkidul yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait