Kerja Buruh Bangunan Sepi, Roni Banting Stir Tanam Melon Untung Rp40 Juta Sekali Panen

Budidaya Melon Gunungkidul
Bupati Endah memetik Buah Melon di lahan kebun milik Roni. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),— Kenyataan pahit dialami Roni Irawan (37) tepat saat pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu. Ia kehilangan pekerjaan sebagai buruh bangunan di Jakarta. Warga Nitikan Timur, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul ini kemudian memutuskan pulang kampung dan menekuni budidaya melon di Gunungkidul.

“Dulu sekolah kejar Paket C dapat ilmu budidaya melon. Saya pun mencoba dengan dampingan tutor dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” kata Roni saat ditemui di lahan melon miliknya, Kamis (30/7/2026).

Bacaan Lainnya

Dengan telaten, Roni bersama orang tuanya merawat tanaman melon setiap hari. Menurutnya, budidaya melon bukan pekerjaan yang sederhana. Pada musim kemarau, menjaga ketersediaan air, mencegah serangan hama, hingga melakukan pengobatan tanaman harus dilakukan secara rutin agar hasil panen tetap maksimal.

Usahanya pun membuahkan hasil. Tanaman melon varietas Golden Kinanthi yang dibudidayakannya tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan kualitas yang baik.

Setelah berhasil pada musim tanam pertama, Roni melanjutkan budidaya melon pada musim kemarau berikutnya.

“Sudah enam kali belum pernah gagal. Sekali saja hasilnya kurang maksimal karena menanam saat musim hujan. Selain perawatan lebih ekstra, tingkat rasa manisnya juga tidak terlalu tinggi,” tutur bapak satu anak tersebut.

Lebih jauh disampaikan, pada awalnya Roni menanam melon di lahan sewaan. Namun, berkat hasil usaha yang dijalankannya, belum lama ini ia berhasil membeli lahan tersebut menggunakan uang dari hasil budidaya melon.

“Tantangannya harus rajin perawatan tiap hari. Kalau musim kemarau airnya harus berbagi dengan petani lain,” sambung pria berambut gondrong itu.

Menanam melon dan semangka kini menjadi rutinitas Roni. Selain dibantu sang ayah, ia juga mempekerjakan satu orang tenaga kerja. Bertiga, mereka menanam sekitar 2.500 hingga 3.000 tanaman melon setiap musim kemarau.

Roni mengungkapkan, rata-rata hasil panennya mencapai 4 hingga 5 ton setiap musim. Dari hasil tersebut, keuntungan yang diperoleh berkisar 30 hingga 40 persen dari pendapatan kotor.

“Saya bisa untung bersih sekitar Rp35 sampai Rp40 juta,” imbuh Roni.

Kegigihan Roni dalam mengembangkan budidaya melon di Gunungkidul mendapat apresiasi dari Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih. Bersama jajaran Dinas Pendidikan serta Dinas Pertanian dan Pangan, bupati berkunjung langsung ke lahan melon milik Roni.

Dalam kesempatan itu, Bupati Endah memetik sekaligus mencicipi buah melon hasil kebun Roni. Melon yang dipanen memiliki rasa cukup manis. Hasil pengukuran menggunakan alat brix meter menunjukkan tingkat kemanisan mencapai angka 14.

“Mas Roni cukup menginspirasi. Semoga pertanian melon ini berlanjut dan membawa berkah,” kata Endah.

Ia berharap kisah sukses Roni mampu memotivasi petani lain agar berani berinovasi di sektor pertanian maupun perkebunan. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan optimal bagi masyarakat yang mengembangkan usaha pertanian.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait