GUNUNGKIDUL, (KH),– Keberlanjutan program dakwah yang menyentuh langsung masyarakat menjadi harapan besar bagi SMP Muhammadiyah Al Mujahidin. Memasuki tahun kedua perjalanannya, program Korp Mubalig Muhammadiyah (Komamu) diharapkan terus berkembang dan menjangkau wilayah yang lebih luas di masa mendatang. Kepala SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, Zendy Pradikta, M.Pd., Gr., menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran krusial dalam membentuk mental serta karakter siswa melalui pengalaman nyata berdakwah di tengah masyarakat.
“Antusiasme luar biasa tidak hanya datang dari para siswa yang senang bisa berbagi ilmu, tetapi juga dari warga dan takmir masjid di wilayah Wonosari. Kehadiran para siswa ini menjadi penyemangat baru dalam kegiatan ibadah di masjid-masjid setempat,” kata Zendy baru-baru ini di Wonosari.
Banyak masyarakat bahkan berharap agar pendampingan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dapat dilakukan secara berkelanjutan, mengingat saat ini banyak lingkungan yang mengalami krisis tenaga pengajar TPA akibat minimnya minat remaja setempat untuk mengajar.
Melalui Safari Tarawih, para siswa mendapatkan panggung nyata untuk melatih kepercayaan diri mereka. Berbekal pelatihan intensif yang telah diikuti sebelumnya, mereka diberi kesempatan untuk menjadi imam salat tarawih hingga menyampaikan kultum.
Pembina kegiatan, Ustaz Wisnu Giri Antoro, S.I.Pust., M.Pd., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan solusi konkret untuk menjembatani kekurangan pengajar TPA sekaligus mengajarkan metode dakwah yang relevan dengan kondisi lingkungan saat ini.
Kegiatan yang berlangsung sejak 24 Februari hingga 6 Maret 2026 ini berhasil menjangkau 16 TPA dan 6 masjid di berbagai titik. Di sana, para siswa tidak sekadar datang berkunjung, tetapi aktif mendampingi proses pembelajaran santri TPA dan mengisi rangkaian agenda keagamaan.
Wakil Kepala Sekolah bidang ISMUBA, Ustaz Suluri, M.Pd., Gr., menekankan bahwa esensi dari program ini adalah mengubah teori yang selama ini dipelajari di kelas menjadi praktik nyata yang bermanfaat bagi orang banyak.
“Secara keseluruhan, program Komamu yang diinisiasi oleh Bidang ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama tidak boleh berhenti di balik meja sekolah,” terang Ustaz Suluri. Dengan terjun langsung ke lapangan, siswa SMP Muhammadiyah Al Mujahidin belajar untuk lebih peka terhadap kondisi sosial sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dakwah mereka sejak dini di wilayah Wonosari dan sekitarnya.





