GUNUNGKIDUL, (KH) – Iklim investasi di Kabupaten Gunungkidul menunjukkan pertumbuhan yang positif. Setiap tahunnya, realisasi nilai investasi yang masuk ke wilayah ini terus meningkat dan bahkan mampu melampaui target yang telah ditetapkan.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gunungkidul mencatat, pada tahun 2025 realisasi investasi mencapai Rp851.746.764.728. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target yang disepakati, yakni sebesar Rp831.433.160.822.
“Realisasi investasi tahun 2025 melampaui target,” ujar Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, Kamis (22/1/2026).
Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat penanam modal, baik dari dalam negeri maupun asing, untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Gunungkidul.
“Data realisasi investasi diperoleh dari laporan LKPM Non-UMK, LKPM UMK, OSS Non-UMK, dan OSS UMK. LKPM atau Laporan Kegiatan Penanaman Modal merupakan laporan berkala wajib yang disampaikan oleh pelaku usaha kepada pemerintah melalui sistem OSS. Laporan ini mencakup realisasi investasi, perkembangan usaha, penyerapan tenaga kerja, produksi, hingga ekspor,” jelasnya.
Adapun sektor yang mendominasi investasi di Gunungkidul antara lain sektor pertanian dan peternakan dengan nilai investasi sebesar Rp174 miliar. Selanjutnya sektor pariwisata sebesar Rp170 miliar, sektor perdagangan Rp159 miliar, sektor kesehatan Rp137 miliar, serta sektor perindustrian sebesar Rp115 miliar.
“Dari total realisasi tersebut, penanaman modal dalam negeri mencapai Rp779 miliar, sementara penanaman modal asing sebesar Rp72 miliar,” imbuhnya.
Besarnya nilai investasi yang masuk sepanjang tahun 2025 turut mendorong berjalannya sebanyak 4.320 proyek yang tersebar di seluruh wilayah Gunungkidul. Sebaran proyek terbanyak berada di Kecamatan Wonosari, Playen, Nglipar, Ponjong, dan Semanu.
“Keberadaan usaha milik warga lokal, perusahaan dari luar daerah, hingga perusahaan asing telah membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gunungkidul,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arif mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 pemerintah daerah telah menetapkan target investasi sebesar Rp858.560.738.846.
Sebagai upaya menarik minat Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), pemerintah terus melakukan terobosan, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kemudahan pelayanan perizinan.
“Dengan masuknya investasi ke daerah, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul,” pungkasnya.





