90 Pekerja Anak Gunungkidul Dikembalikan ke Sekolah

oleh -
kadhung tresno

WONOSARI, kabarhandayani.– Sebanyak 90 pekerja anak usia sekolah di wilayah Kabupaten Gunungkidul di- shelter (ditampung dan dibina) selama 1 bulan penuh mulai 20 Mei hingga 20 Juni 2014. Mereka dipersiapkan untuk meninggalkan dunia kerja dan kembali ke bangku pendidikan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul Dwi Warna menjelaskan, 90 anak pekerja tersebut akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan  melalui program Pengurangan Pekerja Anak Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) yang dilaksanakan di SKB Wonosari.

“Mereka adalah pekerja anak usia 12 sampai 17 tahun. Sebelumnya putus sekolah karena harus bekerja. Selepas satu bulan di shelter diharapkan mereka bisa kembali melanjutkan pendidikan tingkat dasar,” kata Dwi seusai membuka Program PPA-PKH tahun 2014 di SKB Wonosari, Selasa malam (20/5/2014).

Dwi Warna melanjutkan, tujuan program PPA-PKH salah satunya adalah untuk mengurangi pekerja anak. Dwi memaparkan, Jumlah anak yang di shelterkan tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Tahun 2013, ada 60 pekerja anak yang di-shelter-kan dan 60 % dari mereka kini telah kembali ke sekolah.

Suro Tri Wibowo Koordinator Pendamping PPA-PKH menambahkan, jumlah pekerja anak terbanyak tahun ini berasal dari Kecamatan Semin. Mereka akan dibagi dalam tiga shelter dan masing-masing shelter akan berjumlah 30 anak. Suro mengatakan, 90 anak tersebut terdiri dari 58 putri dan 32 putra.

“Selama mengikuti shelter mereka akan mendapat pembinaan di bidang akademik, non akademik dan ketrampilan. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan,” papar Suro.

Soal pekerja anak di Wilayah Kabupaten Gunungkidul, menurut Suro, sebagian besar dari mereka bekerja di sektor informal. Seperti buruh kasar atau membantu orang tua di sawah. Pihaknya berharap program PPA-PKH 2014 ini dapat berjalan dengan maksimal, dan 90 orang pekerja anak dapat kembali melanjutkan pendidikan. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar