“Biasanya dalam setahun 400-an, kali ini dalam dua bulan saja bisa 200-an kasus yang terjadi,” tuturnya saat ditemui di komplek Setda Gunungkidul, Jumat (8/3/2024).
Pihaknya menegaskan, pencegahan paling baik dan optimal apabila dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
“Pencegahan paling optimal itu pembiasaan hidup bersih dan sehat. Mengantisipasi agar nyamuk tak berkembang biak di lingkungan rumah,” tandas Dewi.
Pihaknya senantiasa bersiaga dengan mengoptimalkan segenap fasilitas medis dan tenaga kesehatan.
Kegiatan fogging memang telah berjalan. Hanya saja tindakan tersebut hanya akan membunuh nyamuk dewasa.
“Fogging hanya berdampak selama 2 hingga 3 hari, masyarakat yang harus secara mandiri melakukan pembiasaan 3M plus,” jelasnya.
3 M plus itu, jelas Dewi, yakni menguras tempat penampungan air. Menutup tempat-tempat penampungan air. Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.mengubur barang bekas, menimbun dan menutup tampungan air. (Kandar)