2 Dari 3 Warga Gunungkidul Lewati Masa ‘Pemantauan’ Terkait Corona

oleh -
Dokter spesialis paru RSUD Wonosari, dr Wisnu Kuncoro Mukti. (KH/ Kandar)
iklan-idul-fitri-smkn3-wno

WONOSARI, (KH),– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari memberikan keterangan terkait rumor adanya pasien opname yang dikaitkan dengan Covid-19 atau virus Corona.

Didampingi Kepala Bagian Tata Usaha (RSUD) Wonosari, Sumartana SKM, tenaga medis RSUD Wonosari, dr Wisnu Kuncoro Mukti mengakui bahwa ada pasien masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan keluhan yang mirip dengan gejala sakit akibat virus Corona.

iklan kejari

“Pasien masuk tanggal 4/3/2020 lalu opname. Kemudian ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait Corona,” kata dokter spesialis paru ini, Sabtu, (14/3/2020) saat ditemui di RSUD Wonosari.

Alasan penetapan sebagai ODP dilakukan, sebab, warga Tanjungsari tersebut baru saja pulang dari Arab. Sebagaimana diketahui negara tersebut merupakan wilayah yang terjangkit. Tak hanya itu saja, yang bersangkutan juga mengalami sakit dengan gejala seperti terkena Corona yakni demam, batuk, dan pilek tanpa pneumonia.

Lelaki yang berusia 41 tahun itu setelah dirawat hampir dua hari kondisinya berangsur membaik. Kemudian pihak RSUD memulangkan pasien tersebut lantas dilakukan karantina rumah. Pada tahapan pemantauan dan karantina rumah ini, pihak RSUD bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul dan Puskesmas Tanjungsari.

Pemantauan dan karantina rumah dilakukan selama minimal dua minggu atau 14 hari. Yang bersangkutan tidak diperbolehkan bepergian. Di dalam rumah pun pihak keluarga diminta untuk menyediakan kamar tersendiri.

“Saat ini kondisinya semakin membaik, batuk pilek berkurang serta tidak lagi demam,” tegas dr Wisnu.

Sementara itu, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Gunungkidul, dr. Diah Prasetyorini mengungkapkan, ODP secara keseluruhan di Gunungkidul terdapat 3 warga.

Selain warga yang pulang dari Arab, dua warga lain yang masuk dalam pemantauan yakni warga yang baru saja pulang dari Malaysia dan Jepang. Dari ketiga warga yang dipantau itu, tidak secara keseluruhan memiliki gejala.

hut gk kh

Komentar

Komentar