Klomtan Sidomukti Semin Budidayakan Klengkeng New Crystal

oleh
Kelompok Tani Sidomukti Semin membudidayakan klengkeng. Foto: Bara/DispertanGk.

SEMIN, (KH),- Anggota Kelompok Tani Sido Mukti Padukuhan Ngepoh Desa Semin Kecamatan Semin menyambut dengan antusias gerakan penanaman tanaman klengkeng yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Pangan, pada Jumat (30/11) lalu. Acara ini sebagai tindak lanjut pemberian bantuan bibit tanaman klengkeng sebanyak 5.000 batang varietasĀ new crystal (kateki), varietas yang berasal dari daerah Magelang, Jawa Tengah dan baru dilepas oleh Kementerian Pertanian belum lama ini. Di pasaran, harga buah klengkeng varietas ini bisa mencapai Rp4 0.000,- per kilogram, karena buahnya berukuran lebih besar dan daging buah yang lebih tebal.

Menurut pemegang sertifikat bibit klengkeng kateki dari Magelang, permintaan akan bibit varietas ini sangat besar, sehingga harusĀ indent. Varietas ini juga sudah ditanamn dan dikembangkan di Baleharjo, Wonosari dan Patuk, Patuk setelah kelompok masyarakat di kedua desa tersebut melakukan studi banding. Hingga saat ini, tanaman klengkeng yang ditanam belum berbuah karena masih berumur 2 tahun.

Dengan jarak tanam yang ideal 5 x 6 meter, tanaman klengkeng mampu berbuah setelah berumur 4 tahun. Selama masa pertumbuhan perlu dilakukan pemangkasan pucuk untuk membentuk perdu yang baik, percabangan yang ideal, tidak terlalu tinggi dan akan memudahkan dalam pemeliharaan dan pemanenan.

Penanaman yang dilakukan di Semin ini mencakup lahan seluas 2,5 ha dengan terlebih dahulu menebang pepohonan dan semak belukar yang ada di sekitar lahan yang disiapkan. Mengingat kondisi lahan yang berada di lereng perbukitan, maka sistem penanaman dengan model konservasi.

Ke depan, menurut Jujur, wakil ketua kelompok tani, kebun buah klengkeng ini akan dimanfaatkan sebagai area agrowisata dengan penambahan pintu gerbang, perkerasan jalan, dan beberapa pembangunan gardu pandang.

Kendala umum yang dihadapi untuk penanaman klengkeng adalah, pada saat pertumbuhan, tanaman klengkeng memerlukan air yang cukup, terutama pada musim kemarau. Karena itu, kelompok tani sudah membangun dam parit untuk mengatasi kecukupan air tersebut. Cadangan air pada dam dimanfaatkan untuk penyediaan air. (Bara/DispertanGK).

Komentar

Komentar