Zona Utara Gunungkidul Rawan Longsor

oleh -
Salah satu lokasi di zona utara rawan longsor.Foto: Dok KH.
iklan dispar
Salah satu lokasi di zona utara rawan longsor.Foto: Dok KH.
Salah satu lokasi di zona utara rawan longsor. Foto: Dok KH.

WONOSARI, (KH)–Warga Gunungkidul yang tinggal di zona utara harus ekstra hati-hati dengan intensitas hujan yang terus meningkat. Minggu (20/12/2015)  tanah longsor kembali terjadi dan nyaris merobohkan rumah warga di Dusun Gedoro, Desa Nglegi Kecamatan Patuk.

Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Nglegi, Aripin, tanah longsor ini terjadi sekitar pukul 01.30 WIB kemarin. Sebuah talud yang juga dijadikan pagar rumah milik Sarjono, 46 warga setempat ambrol dan menutup badan jalan. Hampir saja rumah tersebut ikut ambrol lantaran jarak antara talud yang ambrol hanya sekitar 1 meter dengan pondasi rumah.”Malam hari memang terjadi hujan deras, kemudian dini harinya talud pinggir rumah longsor,” terangnya saat dihubungi wartawan.

Aripin menjelaskan, longsornya talud juga sempat menutup badan jalan yang menghubungkan rumah Sarjono dengan warga sekitar yang ada di sisi bawah. Dengan kerja bakti bersama, akhirnya material longsor berhasil disingkirkan bisa dilalui. “Kami sudah ingatkan warga berhati hati, mudah mudahan tidak terjadi longsor lagi, karena jaraknya tinggal satu meter dengan rumah” kata dia.

Dari hitungannya, kerugian akibat longsornya talud sekaligus pagar ini sekitar Rp 12 juta. Untuk tahap awal warga masih fokus untuk perbaikan akses jalan dan akan dilanjutkan dengan membangun talud tersebut.

Sementara Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono mengungkapkan, saat ini pihaknya baru melakukan pengecekan lokasi. Tim Reaksi Cepat (TRC) dikirimkan untuk melihat kondisi lapangan.”Kita masih menunggu hasil tim yang ke lapangan,” ucapnya petang kemarin.

Diakuinya setiap kali musim penghujan zona utara masuk dalam zona merah longsor. Hal ini terjadi  lantaran kondisi tanah berbukit dengan kemiringan yang curam dan didukung tanah yang labil.”Jadi memang berbahaya dan perlu kewaspadaan yang ekstra dari warga,” ucapnya.

Dia berharap para warga selalu siap untuk evakuasi mengingat hidup di area bahaya tanah longsor.”Kita terus berikan pengetahuan dan cara evakuasi bencana sebelumnya lewat berbagai agenda gladi bersih atau simulasi kebencanaan,” pungkasnya.  (Maria Anjani)

Komentar

Komentar