Wasidi Tidak Takut Bersaing dengan Es krim Modern

oleh -
Wasidi sedang menjual es krim keliling. Foto:Edo
Wasidi sedang menjual es krim keliling. Foto:Edo
Wasidi sedang menjual es krim keliling. Foto:Edo

PLAYEN, (KH) – Sekecil apapun usaha yang dikerjakan oleh seorang pedagang,jika dilakukan dengan tekun dan gigih maka usaha yang dijalankan akan berhasil.Seperti yang dilakukan oleh Wasidi (62) salah satu pedagang es krim keliling di Kecamatan Playen.

Wasidi bercerita bahwa pada tahun 1969 Ia sudah bekerja di pabrik es krim, setelah bekerja 3 tahun di pabrik es krim Wasidi memutuskan untuk berhenti bekerja dan membuat usaha sendiri. Alhasil pada tahun 1972 Ia mulai menekuni usahanya sendiri sampai sekarang yang berada di Jatisari,Playen.

“Saya mulai menekuni usaha ini sejak umur 19 tahun mas,saya sebelumnya juga bekerja di pabrik es selama 3 tahun namun saya memutuskan untuk usaha sendiri mas,” kata Wasidi kepada KH (29/1/2015).

Wasidi mengaku,untuk membuat es krim dalam satu termos memerlukan modal Rp.100.000,dan bisa menghasilkan 200 cup es krim. Cara membuatnya cukup mudah dengan alat manual mencampur tepung kanji, tepung nabati, tepung maizena dicampurkan lalu dibuat hingga menjadi jenang ditambah santan dan masukan perasa coklat atau vanilla lalu diputar putar, setelah menjadi gumpalan es lalu dipres es batu dan tunggu selama satu jam hingga menjadi eskrim.

Rasa eskrim buatan Wasidi ada 2 macam yaitu coklat dan vanilla,bahan yang digunakan tanpa menggunakan pengawet. Untuk rasa dan kualitas es krim buatannya,Wasidi mengaku tidak takut bersaing dengan es krim modern yang dikemas dan dijual keliling.Dalam berjualan Ia masih menggunakan sepeda onthel.

Dibalik usaha yang Ia tekuni, Wasidi dalam sehari berjualan es krim keliling bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp.100.000,sampai Rp.200.000. Namun saat berjualannya sepi Wasidi hanya mendapatkan keuntungan Rp.50.000 sampai Rp.100.000.

“Sekarang berkat dari usaha saya ini ,saya bisa membuat rumah sendiri dan bisa membuat toko eskrim sendiri mas, sekarang saya juga sering mendapatkan orderan dari konsumen untuk kebutuhan orang hajatan pernikahan,” ujar Wasidi.

Ia akan menurunkan keahlian membuat eskrimnya kepada anak-anaknya dan akan terus menekuni usaha ini untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.(Edo/Bara)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar