Warga Turut Gotong-royong Bantu APD Ke RS, Immawan Wahyudi Apresiasi

oleh -
Warga Kepek, Wonosari, Agus Driyanto menyerahkan APD ke RS Panti Rahayu, Karangmojo. (KH/ Kandar)
iklan dispar

WONOSARI, (KH),– Gotong-royong merupakan kearifan lokal yang masih cukup kuat dipegang masyarakat Gunungkidul. Belakangan ini nampak kepedulian dalam menghadapi pandemi Coronavirus Diseae 2019 (Covid-19) datang dari berbagai elemen atau unsur masyarakat.

Dengan kapasitas masing-masing, tokoh warga, perusahaan, komunitas serta institusi pendidikan bahu membahu menanggulangi Covid-19 berikut dampaknya.

Seperti yang dilakukan Agus Driyanto. Warga Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul ini tergerak membantu warga dan fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dalam menekan wabah Corona.

Jum’at, (17/4/2020) dirinya mengirim 200 potong Alat Pelindung Diri (APD) bagi paramedis di Rumah Sakit Panti Rahayu, Kelor, Karangmojo. Hal tersebut ia lakukan sebab kelancaran pengadaan APD oleh pemerintah terkendala distribusi dan ketersediaan barang.

Dirinya memiliki target, 1000 APD nanti dapat disalurkan ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Gunungkidul. “APD selain baju yang berspesifikasi standar, juga ada kaca mata, sepatu, sarung tangan, dan masker. Mudah-mudahan upaya misi sosial kemanusiaan ini turut membantu utamanya paramedis,” kata dia.

Merespon tingginya antusias masyarakat dan segenap unsurnya memberikan bantuan, Ketua Gugus Tugas Penaggulangan Covid-19 Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyampaikan terimakasih serta apresiasi.

“Terimakasih kepada beberapa kelompok masyarakat yang sudah membantu penanganan pandemi corona. APD untuk petugas medis mencukupi, tetapi dengan bantuan dari pihak masyarakat akan semakin membantu menanggulangi persebaran covid-19 di Gunungkidul,” kata dia.

Pihaknya meminta kepada siapapun yang ingin terlibat membantu agar disalurkan ke pemerintah daerah, gugus tugas atau langsung ke instansi yang legal.

Belakangan ini, dirinya mengakui, dampak psikologis seperti perasaan jenuh tak bisa dihindari dengan adanya larangan agar masyarakat tak beraktivitas di luar rumah. Namun demikian pihaknya meminta masyarakat bersabar. Sebab hal tersebut demi kebaikan bersama.

“Kami tegaskan jangan banyak beraktivitas di luar rumah terlebih dahulu,” pinta Immawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, hingga, Jum’at, (17/4) data Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Gunungkidul ada  901 warga. Sementara itu ada 50 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 7 PDP diantaranya masih dirawat hingga saat ini. Kemudian dari 33 spesiemen yang telah diambil untuk dites, 16 diantaranya negatif. (Kandar)

Komentar

Komentar