Verifikasi Kartu Indonesia Sehat Tidak Memiliki Batas Akhir

oleh -
Kartu Indonesia Sehat.
iklan dispar
Kartu Indonesia Sehat.

WONOSARI, (KH)— Pelaksana Tugas, Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Siwi Irianti mengatakan, verifikasi atau pengurusan Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak memiliki batas akhir. Sehingga masyarakat ridak perlu panik dalam mengurus jaminan kesehatan dari pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan Siwi Irianti menanggapi banyaknya waga Gunungkidul yang mendatangi sejumlah kantor pemerintah, Senin (27/02/2017) terkait informasi bahwa verifikasi KIS bakal berakhir pada tanggal 28 Februari 201. “Masyarakat tidak usah panik, verifikasi KIS itu tidak memiliki batas akhir,” ungkap Siwi.

Siwi mengatakan, tidak mengetahui secara pasti dari mana informasi verifikasi akhir KIS tersebut pada tanggal 28 Februari 2017. Informasi yang telah menyebar luas tersebut memang menimbulkan rekasi di masyarakat. Banyak masyarakat yang mendatangi Dinas Soaial (Dinsos) maupun instansi di masing-masing kecamatan.

“Kurang tahu yang jelas hari ini masyarakat banyak yg mendatangi kantor kecamatan akan melakukan verifikasi data. Sebagian dari mereka takut namanya tidak terdaftar dalam KIS,” paparnya.

Salah seorang warga yang rela mengantri berjam-jam, Sumariyati mengaku mendapat informasi bahwa batas akhir verifikasi KIS tanggal 28 Februari 2017. Ibu dua orang putra ini rela mengantri 3 jam untuk mendapat kepastian adanya verifikasi.

“Saya mendapat informasi ya dari pemerintah desa, sudah tiga jam saya disini tapi ternyata informasi itu tidak benar, ya sudah saya pulang, ngurusnya nunggu kalau tidak antri saja,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Tri Untoro mengaku bingung dengan munculnyya kabar adanya deadline KIS. Diakuinya pemerintah desa memang pernah melakukan sosialisasi pengurusan KIS tapi tidak pernah menyampaikan batas waktu pengurusan.

“Banyak warga yang bertanya pada saya, menindaklanjuti kebingunan tersebut kita sudah berkoordinasi dengan bagian kesra agar tidak menimbilkan kepanikan ditengah masyarakat,” ujarnya. (WW)

Komentar

Komentar