Vaksin Belum Ada, Begini Perawatan Pasien Covid Yang Dilakukan RSUD Wonosari

oleh -
Suasana kerumunan antrian di RSUD Wonosari. KH/ Kandar
iklan dispar

WONOSARI, (KH),– Hingga saat ini vaksin untuk mengobati pasien Coronavirus Diseae 2019 (Covid-19) belum ditemukan. Namun demikian banyak pasien sembuh setelah dirawat di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan penanganan pasien Covid-19. Di Gunungkidul ada dua rumah sakit rujukan, yakni RSUD Wonosari dan RS Panti Rahayu.

Direktur RSUD Wonosari, dr Heru Sulistyowati dalam jumpa pers kemarin menyebutkan, rumah sakit terbesar di Gunungkidul ini merawat pasien Covid-19 dengan gejala yang bervariasi. Mulai dari ringan, hingga gejala yang berat.

Ada pula pasein yang dirawat berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta pasien Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Untuk OTG tidak ada gejala atau keluhan kesehatan tetapi dalam tubuhnya ada virus yang bisa tertular ke orang lain,” kata dia.

Dipaparkan, para pasien dirawat di bangsal khusus ruang isolasi Covid-19. Setiap hari pemeriksaan dilakukan oleh perawat dan dokter spesialis. Pemeriksaan mencakup keadaan umum, tanda vital, pemeriksaan penunjang laboratorium, dan pemeriksaan penunjang rontgen.

Tentu saja, lebih jauh dikatakan, petugas medis yanh merawat memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Pasien bergejala penanganan perawatannya sesuai gejala yang ada. Mereka diberikan multivitamin dan pengobatan sesuai gejala yang muncul serta pengobatan sesuai penyakit penyerta atau komorbiditas yang diderita pasien Covid-19.

“Sesuai kebutuhan, yang sesak nafas diberi oksigen termasuk dipasang infus jika dibtuhkan. Obat-obatan yang diberikan juga sesuai kondisi pasien. Selain itu diberi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh untuk mempercepat penyembuhan,” jelas Heru.

Sementara itu yang tidak bergejala diberi antivirus, makanan bergizi dan vitamin untuk mensupport sistem kekebalan tubuh pasien.

Untuk pasien Covid-19, diambil swab-nya dari tenggorokan dan hidung pada perawatan hari ke lima setelah masuk. Kemudian untuk seterusnya swab akan diambil setiap dua hari sekali. Swab akan diambil sampai nanti didapat hasil negatif dua kali bertuurt-turut.

Setelah didapat negatif berdasar tes swab pasien diperbolehkan pulang. Akan tetapi setelah pulang tetap wajib isolasi di rumah minimal selama 14 hari. Pasien juga tidak boleh berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Komentar

Komentar