UN Bukan Patokan, SMPN 3 Wonosari Tetap Giat Persiapkan Siswa

oleh -
Siswa Belajar di luar ruang kelas sebelum Ujian. Foto : Hari
iklan dispar
Siswa Belajar di luar ruang kelas sebelum Ujian. Foto : Hari
Siswa Belajar di luar ruang kelas sebelum Ujian. Foto : Hari

WONOSARI, (KH) — UN tidak lagi menjadi patokan kelulusan siswa, SMP N 3 Wonosari tidak kehilangan semangat untuk menggembleng siswanya dengan motivasi secara kontinyu, pendalaman materi, serta uji coba tes baik try out kabupaten maupun provinsi, karena bagi sekolah ini pendidikan yang maksimal baik akademis maupun non akademis sangat penting bagi siswa setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama dan sebagai bekal untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

SMP N 3 Wonosari sekolah Rintisan SSN yang beralamat di Jl. Baron Km. 6 ,Wonosari, Gunungkidul adalah salah satu SMP favorit di Gunungkidul. Secara prestasi sekolah SMP N 3 Wonosari tidak kalah bersaing dengan sekolah lain salah satu siswa sekolah ini pernah menjadi Juara 3 MTQ tingkat Provinsi  dan Juara 1 MTQ tingkat Kabupaten. Fasilitas di SMP N 3 Wonosari cukup lengkap dengan adanya Lab. IPA, Lab. Bahasa, Lab Komputer, untuk pembelajarannya juga sudah memanfaatkan IT.

Pendaftar siswa baru di SMP N 3 Wonosasri sangat banyak setiap tahunnya seperti tahun kemarin sebanyak 233 calon siswa berebut kursi dan pada akhirnya hanya 192 anak yang diterima mencari siswa baru. untuk proses pendaftaran cukup transparan karena setiap ada pendaftar langsung dientri danemnya dan ditampilkan menggunakan LCD, sehingga para calon peserta didik beserta orang tua bisa melihat langsung proses pengentrian.

Untuk ekstrakurikuler, SMP N 3 Wonosari banyak ekstra unggulan dan menekankan pada kesenian tradisional yang cukup unik dan sangat diminati oleh siswa, seperti seni tradisional kombinasi antara gamelan dan berbagai macam alat musik unik yang kreasinya dari para siswa sendiri. Sekarang ini SMP N 3 Wonosari membuat ekstra baru yakni mendalami tentang Macapat,walaupun belum pernah dilombakan tetapi minat dari siswa cukup tinggi, selain itu juga ada ekstra yang sama seperti kebanyakan SMP di Gunungkidul seperti sepak bola, dan basket serta drumband.

Untuk pelatih dari masing masing ekstra memang diampu oleh guru SMP N 3 Wonosari sendiri, akan tetapi juga sering mengundang pelatih yang mumpuni dari luar lingkup sekolah untuk memaksimalkan pembelajaran dan mengembangkan serta menempa bakat masing masing siswa agar lebih maksimal dan menemukan bakat apa yang pas dan cocok dengan kemauan serta ketrampilannya.

UN memang sekarang bukan menjadi patokan utama siswa untuk lulus akan tetapi hal ini tidak mengurangi semangat dan motivasi dari pihak sekolah maupun siswa. Menjaga motivasi belajar dan hasil yang optimal memang tidak mudah, SMP N 3 Wonosari mempunya strategi sendiri dan mungkin berbeda dengan sekolah lain yaitu ; Pertama, koordinasi sekolah dengan orang tua, dengan cara ini sekolah selalu melaporkan semua hasil belajar kepada orang tua secara transparan ke masing masing wali murid. Kedua, Cemethi diri adalah ujian yang dibuat oleh guru dan dikoreksi oleh siswanya sendiri. Ketiga, Pendalaman materi persiapan UN sejak bulan September tahun 2014 kemarin sampai pertengahan Maret tahun ini.

Selanjutnya yang keempat, Tutor Sebaya cara ini cukup ampuh untuk menangani para siswa yang agak canggung jika bertanya dengan gurunya secara langsung bisa berdiskusi bersama teman sebaya yang lebih menguasai materi. Kelima, Membentuk Orang Tua Asuh yaitu 1 guru menjadi orang tua asuh dari 6 atau 7 siswa, untuk tugasnya sendiri adalah memonitor semua kegiatan baik rutinitas anak disekolah, nilai nilai yang didapat siswa dalam setiap ujian, dan berkoordinasi langsung dengan orang tua siswa, serta sekolah juga mengikuti try out yang di laksanakan dari kabupaten ,propinsi maupun try out sekolah. Dari semester 1 kemarin juga diadakan motivasi oleh BK, ada yang unik dengan motivasi ini yaitu siswa diajak memprediksi hasil UN nanti dan ditulis di 2 lembar kertas, yang 1 lembar ditanda tangani orang tua siswa dan dikumpulkan ke sekolah sementara yang 1 lembar ditempelkan di kamar tidur masing masing siswa.

Mulyadi, S Pd selaku Kepala Sekolah SMP N 3 Wonosari ketika ditemui KH Senin (23/3/15), mengatakan bahwa untuk kebutuhan siswa, semua disediakan oleh sekolah, karena dana BOS dialokasikan semua untuk kebutuhan siswa sehingga mengurangi beban orang tua untuk pembiayaan anak anaknya dan juga selalu menekankan pada para siswa untuk lebih giat belajar untuk mendapatkan hasil yang maksimal demi orang tua, demi almamater, dan demi mendapatkan nilai yang terbaik untuk meneruskan ke jenjang sekolah berikutnya.

“Siswa harus lebih fokus belajar dan tetap semangat walaupun UN bukan sebagai patokan utama kelulusan akan tetapi jika siswa mampu mendapat nilai yang terbaik itu akan bermanfaat saat mencari Sekolah Menengah Atas nantinya,” pungkas Mulyadi.(Hari)

 

Komentar

Komentar