Bak Tampungan Air Masih Berguna bagi Warga Gunungkidul

oleh -
iklan dispar

Bak-Tampungan-Air-Hujan

PALIYAN,(KH) — Bak tampungan air tadah hujan masih banyak ditemui di sebagian wilayah Gunungkidul. Sebagian besar masyarakat masih menggunakan bak tampungan tersebut, meskipun aliran PDAM sudah merambah di beberapa wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Menurut pengakuan warga, adanya bak tersebut sangat membantu dalam menampung air untuk keperluan sehari-hari, terlebih saat musim kemarau. Bak tampungan tersebut sangat berguna dalam menampung air dari PDAM maupun air dari tangki.

Salah seorang warga Sodo, Paliyan Tugiyo (56) mengaku, adanya bak tampungan air digunakan warga untuk menampung air hujan. Saat musim kemarau justru bak tampungan tersebut sangat bermanfaat bagi warga, karena saat musim kemarau warga membeli air dari sumber mata air desa.

“Jika diisi full, satu bak tampungan dapat digunakan untuk keperluan mandi, cuci, dan kebutuhan lainnya selama 2 minggu,” katanya, Senin (23/03/2015).

Bak tampungan air yang dibuat sangat bervariasi, mulai bak tampungan yang berbentuk kotak maupun bak bundar. Ada juga warga yang memodifikasi bak tampungan dengan memberi pipa pralon yang disambungkan pipa dari sumber mata air.

Seperti Budi Setiawan (44), warga Desa Banyusoca yang masih menggunakan bak tampungan yang disalurkan dari pipa sumber mata air. Ia mengaku, bak tersebut merupakan tinggalan dari kakeknya, dan sampai saat ini masih cukup baik digunakan untuk menampung air.

“Saya membuat satu bak lagi karena jika musim penghujuan air terbuang percuma.  Air hujan yang ditampung masih bisa digunakan untuk menyiram tanaman, maupun keperluan lain,” jelas Budi.

Terkadang kita menganggap bak tampungan air ini hanya sebagai bangunan sepele, namun bak tampungan cukup membantu. “Bak tampungan air jaman dahulu justru mampu bertahan sampai sekarang dan jarang sekali mengalami kebocoran,” pungkas Budi. (Atmaja)

Komentar

Komentar