Tujuh Siswi SMPN 3 Gedangsari Jadi Korban Tindakan Asusila Pembina Pramuka

oleh
ilustrasi. sumber: internet.

GEDANGSARI, (KH),– Setidaknya ada tujuh siswi di SMPN 3 Gedangsari, Gunungkidul, DIY yang menjadi korban tindakan asusila oleh oknum Pembina pramuka, Ed. Peristiwa yang terjadi pada Desember tahun lalu itu mencuat awal Januari 2020 ini.

Kepala Sekolah SMPN 3 Gedangsari, Sugito ketika dihubungi mengatakan, tindakan tidak terpuji itu mencuat setelah para wali mendatangi sekolah, pada Kamis, (9/1/2019). Mereka datang karena tidak terima atas perbuatan Ed.

“Siswi yang menjadi korban mengaku kepada orang tua telah dicium oknum pembina pramuka,” kata Sugito, Jum’at, (10/1/2019) petang.

Ia menceritakan, mediasi di sekolah tidak berjalan kondusif karena warga yang datang semakin banyak. “Kami minta kemudian dilanjutkan di Polsek,” kata Sugito.

Sugito menambahkan, dari mediasi terungkap, Ed mencium siswi saat berlangsung kegiatan latihan pramuka. Ditanya lebih lanjut, Sugito menyebut tidak ada keterangan mengenai modus tindakan Ed.

“Tidak muncul pengakuan adanya paksaan atau ancaman. Tindakan yang dilakukan hanya mencium saja,” imbuh dia. Ia tambahkan, Pembina pramuka tersebut telah bertugas di SMPN 3 Gedangsari setidaknya selama 3 tahun. Karena telah diberhentikan dari sekolah, pihaknya kedepan akan selektif merekrut Pembina Pramuka.

Saat dihubungi, Kapolsek Gedangsari, Iptu Solechan membenarkan telah mengawal mediasi antara wali murid korban dengan pihak sekolah termasuk pelaku. “Kasus ini ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gunungkidul,” ujarnya.

Saat ini, Unit PPA Polres Gunungkidul tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid mengaku telah mengunjungi sekolah untuk mengetahui peristiwa yang terjadi lebih mendalam. Saat ke SMPN 3 Gedangsari dirinya bertemu dengan sebagian siswa yang menjadi korban pencabulan.

Komentar

Komentar