Tidak Beroperasi, Pabrik Mocaf Panggang Terkendala Bahan Baku

oleh -
Pabrik Mocaf Panggang kesulitan bahan baku. KH/ Kandar
kadhung tresno
Pabrik Mocaf Panggang kesulitan bahan baku. KH/ Kandar
Pabrik Mocaf Panggang kesulitan bahan baku. KH/ Kandar

PANGGANG, (KH)— Pabrik Tepung Mocaf Ubika, yang dikelola Kelompok Usaha Pembuatan Mocaf (KUPM) di Kecamatan Panggang, beberapa waktu terakhir tidak beroperasi. Hal ini diungkapkan Koordinator pengelola Pabrik, Sutardi belum lama ini.

Tidak adanya kegiatan produksi di Pabrik yang dibangun dengan  dana PNPM Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI) ini lantaran terkendala bahan baku. Musim panen ketela sebagai bahan baku yang hanya sekali dalam setahun ini menjadi kendala tersendiri.

“Upaya mencari ke luar daerah pernah dilakukan, yakni ke daerah Imogiri, tetapi setelah dihitung menjadi tidak untung,” ungkap Sutardi.

Dihitung secara matematis biaya operasioanal menjadi lebih banyak karena memang bahan baku lebih mahal. Rinci dia, kalau harga bahan baku ketela diatas Rp. 2 ribu dengan harga jual  tepung mocaf Rp. 8000 maka untuk menutup biaya operasional tenaga dan lainnya tidak akan cukup.

“Di Imogiri harga ketela Rp. 3 ribu. Sedangkan harga dari petani sekitar harganya maksimal Rp. 2 ribu. Kalau tidak beli barang setengah jadi, harganya Rp. 6 ribu,” tambah dia. Kalau pihaknya menaikkan harga jual maka pemasaran ditakutkan mengalami kesulitan, karena harus bersaing dengan harga terigu, tepung yang lebih populer.

Selain membeli bahan baku dalam bentuk ketela dari petani sekitar, Pabrik di Desa Pijenan ini juga membeli dari wilayah lain di Kecamatan Panggang. Pengelola pabrik juga membeli Chip, yaitu ketela yang sudah diolah menjadi bahan setengah jadi. Pelatihan dan sosialisasi pembuatan chip ini sebelumnya sudah diberikan.

Ditanya mengenai peluang pasar tepung mocaf, Sutardi mengaku tidak kesulitan, bahkan mengaku kewalahan melayani pembeli dari luar kota, selain pabrik pembuatan Mie, ada juga pengepul tepung yang siap menampung hasil produksi mocaf dari Panggang ini.

“Mau bagaimana lagi, sementara tidak beroperasi dulu, menunggu panen ketela tahun ini, rencana akan kita stok bahan baku berbentuk chip yang banyak, supaya cukup untuk kebutuhan pasar satu tahun mendatang,” jelas Sutardi lagi.

Komentar

Komentar