Tiap Tahun Puluhan Hektar Lahan Tanaman Buah Dikembangkan di Gunungkidul

oleh -
Kelengkeng
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta didampingi Kepala DPP memetik buah kelengkeng bersama warga. (KH/ Kandar)
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),— Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) terus melakukan pengembangan berupa luas tambah tanam aneka tanaman buah. Dalam satu tahun, fasilitasi pengembangan tanaman buah mencapai lebih dari 50 hektar. Fasilitasi melalui program menyasar kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi mengutarakan, terdapat contoh pengembangan buah yang dilakukan oleh perorangan yang terbukti berhasil. Sebagaimana dilakukan oleh Sumanto, warga Gunungkunir, Candirejo, Semanu. Pada lahan 5.000 meter persegi yang terbagi di dua titik dia berhasil mengembangkan tanaman buah kelengkeng.

Sumanto saat ini merawat sekitar 170-an pohon kelengkeng. Setiap panen tidak selalu berbarengan tergantung pemberian booster atau penghormonan yang menyesuaikan kondisi pohon.

Lima puluhan pohon yang berbuah bersamaan total panen mencapai 375 kilogram. Kemudian dari sekitar 80-an pohon lain yang berbuah bersamaan panenan mencapai 5 kuintal. Pasar utama kelengkeng milik Sumanto merupakan wisatawan. Kebetulan lahan kebun buah yang dia miliki berada tepat di pinggir jalan jalur wiasata.

Rismiyadi mengungkapkan, DPP telah mendukung pengembangan buah Pisang jenis Mas Kirana seluas 50 Ha, di Patuk, Purwosari, Semin, dan Ngawen. Tak hanya itu, DPP juga melakukan pengembangan tanamn Mangga Gadung 21 seluas 30 Ha di Semin, Gedangsari dan Ngawen.

“Pernah dilakukan tahun 2020 lalu pengembangan tanaman Alpukat 20 Ha berada di Ponjong dan pengembangan tanaman Kelengkeng 30 Ha di Semin dan Semanu,” ungkap dia saat meninjau kebun Kelengkeng di Semanu bersama Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, Sabtu, (14/5/2022).

Kelengkeng
Sumanto, pemilik kebun kelengkeng di Candirejo, Semanu. (KH)

Dia menambahkan, untuk tahun 2021 kemarin dilakukan pengembangan tanaman Durian 30 Ha di Patuk, pengembangan tanaman Kelengkeng 20 Ha di Semin dan Semanu dan pengembangan tanaman Alpukat 30 Ha di Ponjong dan Tanjungsari.

Sementara tahun 2022 dilakukan pengembangan tanaman Alpukat 20 Ha di Tanjungsari dan Ponjong. Kemudian pengembangan Tanaman Kelengkeng 20 Ha di Patuk dan Semanu serta pengembangan tanaman Pisang 20 Ha di Patuk dan Tanjungsari.

“Selain pengembangan juga ada intensifikasi atau pemeliharaan kebun buah Mangga seluas 20 Ha di Gedangsari dan Ngawen serta Durian seluas 30 Ha di Patuk.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyampaikan dukungan terhadap pengembangan tanaman buah tiap tahun telah dilakukan berupa pemberian bibit. Dukungan tersebut akan terus diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat.

“Tentu saja menyesuaikan potensi dan kecocokan tanah masing-masing wilayah. Lokasi pengembangan kebuh buah yang baru bisa meniru wilayah yang sudah berhasil,” imbaunya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar